Friday, 10 October 2014

...

Dearest Onin,

I know you won't read this since you have no time and my post will be hidden along with other thousands or even millions posts about you... But I think I should post this that I should have moved on from you...

You are my biggest, yet my most beautiful distraction. Argh, geleuh. I know.

Almost times I've spent to know more about you. On one day, I wondered, could I meet you for real? And that dream really came true... You appeared, although meters away, in front of me. If I say your smile was captivated, yes, IT WAS. Oh no, IT IS. Even years will pass, you will always have it. Too sweet. Maybe it can cause the more harmful disease than diabetes.
But to know more about you, I know it is not only about that captivated smile. It will be a never-ending story if I tell about you.

When my best friends tell me I'm freak, I just.... don't really think about it. Yeah I know I am. Even my boyfriend says that too.

Well, then that distraction comes to its top. And I know I'm taking my 7th semester, which means I have to focus to think about that skripsi. Oh, damn. I don't even want to mention its name.

Do you know what happened to me that day?

I had already submitted almost thousand-word writing as my draft for final paper, and can be proposed for the title of skripsi, but it got rejected.
So it means I have to do it again, back to the start.

It hurts so much... Ketika kamu sudah menemukan bahan penelitian, apa saja yang mau diteliti, yang bahkan menurut kamu itu sudah paling pas, paling mantap; tentang perpaduan antara fonologi, jarak sosial pada latar belakang budaya, dan psikologi yang berbeda pada orang dewasa dan anak-anak, yang terjadi pada jokes teks sumber yang menyebabkan pergeseran makna.....

Ditolak karena.... Teks sumber ternyata bukan bahasa Inggris. HA HA HA.

Stupid me for having done the whole research about the text, but do not even know where the text comes from.

Because my mind was too busy for stalking you, Jongin-a. I wanted the assignment to be done as soon as possible because I want to watch your videos, stalk your photos while it is the most important assignment: "Tugas, Akhir, Yang. Akan. Menuntun. Kamu. Keluar. Dari. Unpad." Tuh kan, I am as crazy as anjing gila.

Remember your dream again, Rin. The dream you have been dreaming since SMP.
"Mimpi kamu menunggu kamu untuk menjemputnya."

Thanks Onin. From you also, I learn about how to give the best for your dream, for everything you love, since I think you work the hardest but never seem too tired. And those dreams will eventually come to you, soon... Iya kan?

Dadah, see you later, and soon..

---

((IT IS A SOOO LATE POST ANYWAY, AND I HAVE ORVERCOMED IT! YEAAY! NO MORE TOO FANATIC KAISTAN! WKWK))

Friday, 26 September 2014

Tentang Menulis

Menulis dan membaca itu adalah hal wajib yang dilakukan oleh mahasiswa Sastra. Dahulu, saya berpikir saya tidak akan pernah punya masalah tentang itu. Toh, kita semua sudah diajarkan dan bisa menulis dan membaca sejak kecil sehingga saya menganggap menulis dan membaca adalah hal yang normal. Sesuatu yang bisa dilakukan semua orang dengan mudahnya.
Setelah masuk sastra, ternyata saya salah. Menulis dan membaca tidak semudah itu.
--
Dari semester pertama hingga saat ini, nilai tulisan saya selalu diam di tempat. Tidak bagus, tapi juga tidak jelek. Ibaratnya dalam skala Pacis, nilai saya selalu B. Diam di angka 7. Dari awal hingga sekarang.

Semester pertama saya masuk kelas menulis di kelas seorang dosen yang luar biasa, Almarhum Pak Rudi Wilson.
Saat itu hampir seluruh kelas mendapatkan nilai jelek, dari skala 0-7. Alhamdulillah, saat itu nilai saya tidak jelek-jelek amat. Karena itu saya merasa puas.
Namun saya menyadari, di saat saya merasa puas dengan nilai yang dahulu saya anggap tinggi, teman-teman saya yang lain mulai menunjukkan perkembangannya sehingga pada akhirnya mereka mendapatkan nilai lebih bagus dari saya. 
Nilai saya stuck di angka itu saja.
Saya tidak pasif, saya berkali-kali bertanya kepada beliau mengapa begini dan begitu. Sampai beliau mungkin bosan mendengar pertanyaan-pertanyaan saya, mulai dari yang bodoh hingga sepele haha. Namun nilai saya selalu seperti itu, tidak pernah naik dan tidak pernah turun. Begitupun dengan catatan akhir yang beliau berikan di tulisan saya,
"Jalan pikiranmu kacau". Selalu seperti itu. 
Setelah semester satu berlalu, saya masih tidak pernah mengerti arti dari "Jalan pikiranmu kacau" itu. Tapi saya akan terus belajar dan mencari tahu.

Memasuki semester dua, lagi-lagi seperti itu. Diam di angka itu. 
Dan saat itu saya berpikir, "Apakah saya tidak pernah belajar?"

Masuk semester tiga, nilai saya di kelas menulis bagus. Tapi saya sadar, selain karena dosennya yang berhati malaikat hahaha, tulisan di semester tiga adalah business writing atau writing for professional purposes. Karena business writing, maka tulisan-tulisan tersebut sudah diberi aturan dan kerangka sehingga kami hanya tinggal mengikutinya saja. Tidak seperti tulisan-tulisan di semester sebelumnya di mana kita dibiarkan bebas dalam pikiran kita.

Setelah masuk semester empat, saya mendapatkan dosen keren lagi, Bu Atwin, seorang tokoh feminisme. Semua dosen sastra itu pikirannya keren! Luaaaas sekali, sehingga beliau-beliau tersebut dapat dengan mudahnya mengaitkan dan menyusun intertextuality dalam sebuah tulisan.
Sebenarnya mata kuliah beliau bukanlah mata kuliah menulis, tetapi hampir semua mata kuliah anak Sastra membutuhkan paper dan essay sebagai tugas akhirnya.
Pada saat UTS, lagi-lagi, di mana teman-teman saya mendapatkan nilai yang bagus, saya stuck di angka segitu-gitu lagi. Dan komentar dalam esai saya,
"What theory is this? Are you making your own theory?"
"Elaborate it more patiently"
Aaaah sejujurnya saya jadi malu sendiri. I am not making any theories, Bu. Saya itu orangnya memang suka ngaco, ngasal, dan nyeplos kalo ngomong dan bodohnya kebawa-bawa sampai tulisan hiks... 
And in the eeeend, nilai akhir saya mungkin bisa dibilang yang rendah di antara teman-teman saya yang keren pisan itu. Walaupun alhamdulillah gak sampe ngulang sih. Tapi yaaa saya tidak akan pernah berhenti belajar kok. Saya bakal inget terus komentar komentar itu dan berusaha untuk memperbaiki jalan pikiran yang kacau ini hahaha.

Tapi berbeda sama Creative Writing!! Satu-satunya kelas menulis yang saya sukai ya hanya itu haha. Karena jalan pikiran saya yang kacau ini justru malah sangat membantu. Imajinasi setiap mahasiswanya dibiarkan bebas. Membayangkan sesuatu, kemudian dituangkannya menjadi cerita pendek, puisi, film, lagu, atau drama radio.

Dan satu-satunya paper yang dihargai oleh dosen adalah paper di mata kuliah Survey of American Literature. This is my first time I got A for my paper hahaha. Padahal semester sebelumnya saya juga mengambil dosen yang sama di mata kuliah American History, namun tetap saja papernya tidak mendapat nilai yang memuaskan.
I wrote,
"Makna Kebebasan pada Kata "Bird" dalam Puisi Maya Angelou dan Jack Spicer"

Pada akhirnya saya belajar bahwa sampai kapanpun saya akan terus belajar. Semoga semester-semester selanjutnya saya bisa lebih banyak belajar! Hihi.

Tuesday, 2 September 2014

YOLO Again


I know every human should face the test to make them been positioned in a higher level. If you didn't want to go through it, then you would be trapped forever in your shitty place, a so-called comfort zone.

For some reasons, I do. I feel happy in my phase right now -- happily hanging around with my friends, those sleeping beauty times -- who knows I could miss those so much.
But as I grow older, I know responsibility is not just a thing I could take for granted. It is the heaviest thing I ever bear. And I am afraid of any possibilities which can make it fall off. Thus, I should face it. No matter how hard I am trying to avoid it, no matter how loud I shout to the world that I don't want to, that test will always come and I have to pass it.

Seeing what I have been through back then and what I will have been through next leave me with a big uncertainty,

"Can I pass those all?"

---

1. Kuliah

Masih menyisakan kegalauan yang luar biasa. Memilih antara Linguistik atau Sastra.
Terkadang hati lebih memilih linguistik karena terbiasa belajar dan menyukai pelajaran-pelajaran eksak di mana semua pertanyaan memiliki jawaban yang pasti. Memang pusing sih pasti dengan materi sebanyak itu yang harus dipelajari. Belum lagi mencari sampel data di lapangan, berhitung matematika bahasa, tapi kegunaannya juga sangat dekat dengan realita.
Tapi saya juga tidak bisa berbohong kalau saya mencintai keindahan yang ditawarkan Sastra. Saya suka membaca, menulis (walaupun tulisan saya tidak pernah dinilai bagus). Sastra mengajarkan saya cara berpikir yang luar biasa. Berbicara dengan orang-orang Sastra pun selalu menyenangkan.
Tuh kan, jadi bingung. Tapi peminatan harus diambil semester ini, biar semester 7 udah bisa nyicil skripsi... Mau magang juga kan... Bukan ngoyo, tapi memaksimalkan setiap kesempatan.

2. Opera Budaya

I thought it's already over, but it isn't. Hey, come on, sertifikat 800 mahasiswa baru, sertifikat puluhan panitia, booklet, sortir foto. Oh my... Semangat dekdok yang satu per satu kesayanganku sudah pada tumbang :( Semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan kekuatan.

3. Gates

Walaupun mau ngeluh sudah capek sekali sama materi kuliah yang makin membuat pusing, urusan opera budaya yang belum selesai, tapi ini komitmen. Aku juga belum bisa merasa tenang kalau Gates belum beres. Alhamdulillah punya bos baik seperti Meutia dan Dudu. Semoga Gates ini sukses dan jadi kenangan indah untuk Sasing 2014 :')

4. IYCCA

Karena mendahulukan Opera Budaya dan Gates, banyak projects IYCCA yang terbengkalai. Maafkan saudara-saudarakuuuu... Kaos IYCCA yang mandek karena designnya belum dibuat juga, hiks maafkan jadi belum mulai berwirausaha. Project Satria Nusantara yang jadi lamban karena gak bisa terus kalau disuruh kumpul... Tapi orang-orang IYCCA memang orang-orang hebat. They do something. Gak kehitung betapa bangganya gue ngeliat anggota-anggotanya yang muncul di pamflet Gerlam karena ikut lomba inilah, jadi delegasi itulah. Semoga gue bisa nyusul! HA HA.
Kita saudara, IYCCA adalah rumah. Kita memulai IYCCA dari nol bareng-bareng, semoga kita semua bisa menyukseskan IYCCA bersama, begitu pula dengan anggotanya yang ikut sukses. Amin. :')

Dan cerita tentang keisengan ikut panitia seminar internasional... Hahaha bantu-bantu ajalah.
Futsal pembawa bahagia karena di dalam badan yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Haha.
Mencoba ikut Debating Club untuk menambah kepercayaan diri dan mengurangi nervous berlebihan kalau berbicara di depan publik.
Terakhir, dari PKM yang akhirnya beres juga setelah 3 jilid. Dadah Banyuresmi, I'll miss you.. :')

---

Remember Nurina, YOU ONLY LIVE ONCE.



Monday, 4 August 2014

Walking Time

Time is seriously something amazing, yet scary.

I only got two weeks holiday because of the enrolling of Semester Pendek and the experience of working. Work as the committee for the welcoming of new students in my faculty is an accident which ends up of me loving that work. I learn about many new cool things. I learn photography (though my photographs always come out bad haha. It is still cool, though). I also learn how to design things; from a poster to a shirt. I always love painting and drawing, and it is amazing to have new knowledge that my hand-drawing can be poured into something digital like that. A new knowledge that becomes very valuable because it is actually related to my dream of becoming a designer hehe. The next amazing thing is that I work with such great talented people. They are cool to work with, and fun to be friend with. Go Dekdok Ceriaaa!!

After the hard-breathed of being trained, the ‘ketua pelaksana’ officially said we have two weeks off! My study in SP also had been finished and my mom came to pick me up. Finally, it is a holiday!

When I came back home in Bogor, many old friends called to ask me to join bukber (kind of break the fasting? Breakfast? done together with your friends or colleagues). But because I only had 3 days in Bogor before I went mudik to Malang, I could only come to one bukber. It was bukber with my junior high school buddies. I chose to come to that one because it’s been years I didn’t see them. And really, when I met them, I could seriously feel that time is seriously scary. It’s been years but I did not feel like we have grown old. It is just number which changes, but I still saw them like I saw them in years ago. By years, people can change. Some are for the better, but some just don’t. And I much realized that it is our own decision whether we want to make it or not.

 

And finally I went mudik to Malang. I am happy though I am not into a too-big family gathering (note that ‘too-big’ word) actually because I always hate crowded place. I had to smile to people I even do not know who they are, what are those related to me, should I call them “om” “pakdhe” “mas” “mbak” or what, and do the ‘basa-basi’ talks. Another annoying thing is that they think that I cannot understand them speaking Javanese so they were talking bad about me in Javanese while I really understood, comprehended about the whole things that they were talking about. But if it is just me and my cousins, we are seriously harmony rioters. It is always be a good thing to gather with family. And I am glad that my dad has made a decision to move to Malang when my dad is already a pensioner. There will be more times with family. And living in such a lovable and beautiful city like Malang is like….. yeay I am glad daaad!

 
 


Because it is only two weeks holiday, I tried to spend every little minute without even willing to waste it. I went there, and there, and there, and yeay! The pictures of cool places will be uploaded soon! Hahaha.

Time seriously passes by so fast ya. And my promise to my parents is to graduate on its time and promise to myself is not to let myself drown in the procrastination.

Alhamdulillah J


Monday, 14 July 2014

When Writers Make Love

Dosen saya, Pak Ari, pernah bilang kalau setiap penulis akan melahirkan karya-karya yang ia anggap sebagai anak-anaknya. Proses percintaan dengan berbagai sumber dan intertextuality akan melahirkan anak-anak itu. Setiap penulis pasti akan mencintai karya-karyanya, sejelek apapun itu. Ia akan membiarkan karya-karyanya berkembang, tanpa dibatasi dan dikekang. Begitulah seharusnya karya-karya besar itu lahir.

Dan proses percintaan itu tentunya tidak hanya melibatkan satu orang saja, yakni si penulis itu sendiri. Tulisan yang cerdas dan indah, menurut beliau, adalah hasil pemikiran dari berbagai macam sumber, baik text maupun discourse. Karena perpaduan-perpaduan itulah tulisan dapat dinilai cerdas dan indah. Saya pernah membaca bagaimana kerennya sebuah artikel politik yang cerdas dipadukan dengan tokoh dan cerita pewayangan Indonesia. Saya juga pernah membaca bagaimana esai keren tentang pembelajaran ilmu melalui rekam jejak Wali Songo. Tulisan-tulisan keren itu sebenarnya sederhana. Pendapat mereka tentang politik maupun pembelajaran ilmu menurutku sederhana. Begitupun dengan cerita pewayangan dan Wali Songo menurutku juga sederhana. Namun perpaduannya itulah yang membuat tulisan-tulisan itu cerdas.
Ah, jadi inget kata Ayah Pidi Baiq sewaktu di kelas seni rupa,
"Keindahan itu sederhana saja. Keinginanmu untuk menjadikannya keren yang membuatmu menjadi ribet."

Daaaan, aku juga mau berbagi tulisan hehe. Bukan, bukan maksudku mengakui bahwa tulisan-tulisanku keren. Oh God, if only you know how it is so hard for me to produce such a qualified writing.... Sampai dosen-dosen saya (kecuali Pak Ari. Takut! Haha) pun mungkin kesel kalau saya sudah nanya-nanya dan ngomong gak jelas hahah. Makanya, biarin aku seneng aja ya hehe :)

So, check it out, my first "published" paper:

MAKNA KEBEBASAN PADA KATA "BIRD" DALAM PUISI JACK SPICER DAN MAYA ANGELOU


The picture should be a perfect moment. Reading while breathing the fresh air of nature. Waaa!

Thursday, 3 July 2014

Untuk Tahun Ketiga

Remember Nurina, you are a girl with such a nearly impossible dream.

Mungkin gak sih mewujudkan mimpi sekeren itu? Ah, people said that nothing is impossible kok.
Relakan kalo jadi gak pulang-pulang ke rumah karena SAT, biar semester depan kamu lebih enteng dan bisa mulai menapakkan kakimu ke mimpi-mimpimu.
Tahun ketiga mau magang, pokoknya harus! That's why, perbanyak relasi!! Iri pisyan liat temen-temen yang udah magang di Bank Indonesia, Unilever, KPK, National Geographic, bahkan ada yang di British Council!! Da aku mah apa atuh....
Tahun ketiga kurangin ikut organisasi, sudah cukup pelajaran yang diambil dari mengikuti organisasi-organisasi di tahun pertama dan kedua, fokus ke pelajaran, siapkan kelulusan!
Tahun ketiga ikut kursus desain, siapin IELTS, siapin psikotes, siapin segalanya! Persiapan yang matang itu butuh bertahun-tahun, gak mungkin cuma dalam sebulan-dua bulan aja.
Tahun ketiga pengen ikut pertukaran pelajar hehehe. Sekali aja sebelum lulus, please.....

Terus, waktunya cari pendamping wisuda sekaligus pendamping hidup kapan, Rin?

.....

Indonesia Butuh Suaramu!

Just because I never post things related to the "pemilu" things, doesn't mean that I am on the "golput" side. I am on somebody's side, kok. Saya yakin setiap pilihan itu punya resiko, karena itu saya gak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk memilih karena pengaruhnya adalah 5 tahun. Oh please guys, nasib Indonesia selama 5 tahun mendatang!! Tentang pilihan, biarlah itu menjadi rahasia saya sendiri. Bukankah prinsip pemilu adalah Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia? Saya gak akan berkoar-koar sampai menyulut pertengkaran dan perdebatan kok, kayak yang selalu saya lihat setiap kali masuk ke media sosial. Malah menurut saya, perdebatan di media sosial itu udah gak sehat lagi. That's why I am not into facebook or twitter (mostly facebook sih) these days. Isi timeline kebanyakan berkampanye yang terlalu menjelek-jelekkan calon lain, atau menyebarkan berita-berita yang sumbernya gak jelas tapi menelan aja informasinya mentah-mentah. Saya sudah cukup kok dengan melihat debat-debat kedua calon di TV. Their ways of thinking are seen obviously.

So, guys, jangan sia-siakan kesempatanmu di tanggal 9 Juli ya! :)





Friday, 20 June 2014

P.S. I'm Falling More in Love with You

Akhirnya tugas akhir creative writing sudah beres! Dadah mata kuliah yang menyenangkan yang membuat saya jadi menonton film-film keren dan membuat saya jadi produktif membuat cerita-cerita haha.
Cerita terakhir ini emang cerita cinta banget sih, plotnya gak tau ke mana, tapi mudah-mudahan so sweetnya sampai! 


To the man I have fallen since the first time I saw him.
My man, I would not say that it was love at the first sight.
I would say that it is a gravity force which keeps us going back together.
A force which naturally makes me feel sad every time you ignore me.
A force which naturally makes me feel worried every time I miss you but you do not call.
A force which naturally makes me feel angry every time I make you leave.
A force which naturally makes me feel disappointed every time you forget our dates.
Falling in love is amazing, isn’t it?
How you still can move me after these years we have been through.
How you still can make my heart thumps after these years we have been through.
How you still can make me feel butterflies in my stomach after these years we have been through.
How you still can make me love you, even more, after these years we have been through.

P.S. I’m falling more in love with you, everyday.




--

Jadi, tinggal 2 tugas akhir lagi, semangat! Abis itu pulang! Eh enggak ding, masih ada latihan opbud dan gates :')
But, I'll come to you, Bogor, Malang! Wait for me!

Friday, 6 June 2014

Aku Ingin


"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada" -Sapardi Djoko Damono

-
Aku heran kenapa banyak orang mengatakan puisi ini so sweet, menurutku justru puisi ini sangat menyedihkan. Banyak orang yang ingin dikirimi puisi ini, katanya, "Aku ingin dicintai dengan sederhana".
Tapi aku tidak mau jika harus berakhir tiada, karena kata yang tak sempat diucapkan atau isyarat yang tak sempat disampaikan. Jika harus berakhir seperti abu, kosong, tiada, aku memilih untuk tidak dicintai dengan sederhana. Aku akan memilih untuk dicintai dengan upaya dan doa, agar berakhir seperti minyak kepada api yang menjadikannya menyala atau seperti hujan kepada tumbuhan yang menjadikannya berbunga.

Friday, 30 May 2014

Iris

Like everything you know, everything's meant to be broken, everything's meant to be over. Come on, people come and go. Promises are made and broken. Laughs are soon turned into tears and disappointments. No one can guarantee that this life is easy. The left choices you have are only to be brave and be strong.
Be brave to face it and be strong to let it go.
In the end, you will be happy to realize that there are actually people who will always be there for you. Staying there and surviving to accept you for who you are. Unconditionally.

Monday, 19 May 2014

Blah

Bagaimana tidak aku mengagumi ia yang haus akan pengalaman dan pengetahuan? Bukan ia yang haus akan kekuasaan, uang, dan cinta.
Mengagumi yang akhirnya akan jatuh meluruh pada hati...

Ia yang dalam rak bukunya menyimpan buku-buku agama, pada rak paling dekat yang bisa terjangkau olehnya dari tempat ia duduk.
Di atasnya, pada rak yang agak sedikit susah dijangkaunya, terdapat buku-buku hobinya. Seperti komik, novel, atau majalah.
Dan di atasnya lagi, pada rak yang paling atas dari tempat ia duduk, terdapat buku-buku pelajaran yang menunjang ia kuliah. Buku yang mengantarkannya pada cita-cita dunianya.
Lalu di samping rak itu, terdapat setumpuk koran-koran langganannya yang setiap hari ia baca.

Aaaah kagum syekaliiiii.....

Ia yang tidak pernah sedikitpun menyia-nyiakan waktu mudanya. Ikut kegiatan ini-itu. Magang di perusahaan ini-itu.. Hingga waktu untuknya tidur menjadi terasa berharga sekali baginya.
Ia yang tidak takut untuk mencoba hal-hal baru. A fearless man.
Dan ia yang tidak pernah terlihat ganjen sama perempuan-perempuan! Tidak pernah terlihat takut dan malu untuk menjadi jomblo. Ya iyalah orang kayak gitu sih pasti perempuan yang ngejar-ngejar...

Ia yang sudah menyusun visi-misinya hingga beberapa tahun mendatang.
Ia yang tidak hanya bermimpi, tapi juga berusaha untuk mewujudkannya.
Ia yang sepertinya tidak pernah terlihat lelah.
Ah kang, kenapa kamu hebat sekali sih..

Sadarkah kamu, bahwa terlihat atau tidak terlihat, kamu menjadi panutan akan sosok ideal pendamping hidupku di masa depan.
Aku sangat sadar diri makanya aku tidak pernah sekalipun bermimpi untuk berakhir bersamamu. Aku hanya berharap setidaknya sosok laki-lakiku di masa depan akan sehebat kamu, atau lebih hebat! :)
Aamiiin...

Hehehe sukses kang atas mimpi-mimpinya yang keren itu! Aku sadar orang sehebat kamu pasti bisa meraihnya. Jangan lupa berdoa terus sama Allah ya, semangat :)
Syalalalaaaa curhat sekaleeeh hahahaha

Tuesday, 13 May 2014

Pesan Matahari Untuk Bumi



Cahaya itu akan menjadi terang karena adanya gelap.
Semua orang juga tahu. Semua orang juga menyadarinya.
Aku rasa sejujurnya bumi menyukai matahari, bukan bulan.
Tapi bumi seringkali mengeluhkan keberadaannya.
Ia bilang, “Aduh panas, aduh jadi sakit kepala nih, aduh pusing”
Matahari tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu ia terus saja menyinari bumi.
“Aduh global warming nih, sinar matahari sudah menembus lapisan ozon.”
Tapi matahari tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya ia tetap saja menyinari bumi.
Matahari merasa dirinya tidak indah. Padahal ia bercahaya. Sumber dari cahaya itu sendiri.
Matahari merasa ia dibenci oleh bumi, keberadaannya tidak diharapkan.
Lalu, matahari merasa iri pada bulan.
Sang bumi terus membuat syair tentang bulan. Mengumpamakan keindahan seperti bulan.
Katanya, “Oh aku ini bagai pungguk merindukan bulan.”
Katanya lagi, “Kamu itu cantik seperti cahaya bulan purnama.”
Matahari sedih karena sesungguhnya cahaya bulan yang indah itu berasal dari dirinya.
Ah, andai saja bumi tahu, kataku.
Keindahan cahaya yang sesungguhnya ialah matahari, bukan bulan.
Cahaya bulan memang indah, semua orang bisa menatapnya, bisa menikmatinya.
Namun bukankah kecantikan yang bisa dinikmati oleh semua orang justru tidak indah?
Menurutku, keindahan yang sesungguhnya tidaklah se-semu itu.
Cahaya matahari itu memancarkan energi yang sangat besar, radiant.
Cahayanya senantiasa memancarkan kehangatan,
namun cahayanya juga membuat orang-orang menunduk sebelum bisa memandangnya.
Yang dengan cahayanya, bumi mendapatkan manfaat yang banyak.
Hanya saja bumi tidak menyadarinya. Eh, maksudku belum.
Aku mengakhiri pikiranku sendiri, mengarahkan pandanganku pada foto yang terpampang dalam layarku.
Ah, mungkin kita sebenernya seperti itu.
Saling membutuhkan, hanya saja kamu belum menyadarinya.
Biarkan saja aku menjadi matahari yang keberadaannya tidak bumi pedulikan.
Aku hanya ingin terus menyinarimu dengan kebahagiaanku, berharap kamu juga tertular bahagia.
Walau kamu terus saja berpujangga akan bulan, yang sinarnya semu, tidak istimewa, bisa dinikmati oleh semua orang.
Pada akhirnya waktu akan memihak kita…

Demi matahari yang selalu ikhlas menyinari bumi.

Saturday, 10 May 2014

Selamat Ulang Tahun, Bapak

Selamat ulang tahun, Bapak :)





Umurmu sekarang sudah lebih dari setengah abad, namun tidak sedikitpun putrimu ini bisa membanggakanmu.

Bapak yang asli Malang dan berharap putrinya ini mendapatkan orang Malang juga, at least Jawa! Haha tapi sayangnya putrinya ini gak pernah suka sama cowok Jawa.
Bapak yang setiap menceritakan masa kecilnya selalu membuatku menangis dalam hati.
Dahulu, bapak tidak pernah berkeluh kesah menolong Yangti untuk menghidupi kehidupan ketika Yangkung sudah tiada.
Bapak yang dari SMA hingga lulus kuliah S2 mendapat beasiswa full dan tidak pernah meminta uang dari Yangti.
Bapak yang berjualan di SMAnya untuk membantu Yangti padahal SMAnya adalah SMA favorite di kota Malang dan isinya adalah anak-anak orang penting semua... Tapi Bapak nggak malu :')
Bapak yang ketika lulus SMA dan diterima di Geologi ITB, awalnya tidak mau mengambilnya. Kata Bapak, kasian Yangti harus mikirin biaya kosan dan uang makan juga.
Bapak yang walaupun uang bulanan dari Yangti sudah habis karena memang sangat tidak mencukupi, namun berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri dari mengajar les, sampai jadi kenek angkot, padahal mahasiswa ITB...

Bapak itu hebat :')

Aku selalu membanggakan bapak tapi kayaknya bapak belum pernah bangga sama aku...

Bapak itu hebat karena walaupun seorang Geologist tapi suka membaca buku, jadi akhirnya anaknya juga ketularan suka membaca buku dan nyasar ke Sastra deh.
Bapak itu hebat karena selalu berhasil mendapatkan impian-impiannya walaupun Bapak orangnya nyantai banget! (Gak maksa dan muluk-muluk maksudnya)
Bapak itu hebat karena bisa ngedapetin Mama :) Mama yang cantik, pintar, anak dari keluarga baik-baik dan berada, tapi karena polos jadi Mama suka gak ngerasa deh hahaha.
Bapak itu hebat karena selalu berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarga walaupun gaji awal menjadi Geologist sangat kecil (Tuh, siapa bilang Geologist itu kaya??)
Bapak itu hebat karena bapak jago semua olahraga! Hehehe.

Bapak yang selalu sederhana, gak pernah mengajarkan anaknya untuk hidup mewah.

Aaah Bapak... Masih banyak yang ingin kutulis tentangmu. Menggambarkan kebanggaan seorang putri akan rajanya. Tapi pernah gak Bapak bangga sama aku?

Sepertinya belum :(

Tapi Bapak selalu mendukung aku walaupun tidak sebawel Mama hehe.
Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk Bapak dan Mama.

....

I can't say no more. Menulis tentang Bapak dan Mama, dua orang yang paling ku sayangi di dunia ini cuma bikin homesick dan pengen pulang...

I love you two even before I was born.
-Putrimu yang menulis di tengah-tengah deadline macam-macam yang membuatnya hampir gila, eh gak ding harus semangat!!


Bapak dan keempat anaknya :) - Brussels 2009

Friday, 25 April 2014

My Dramatization Work

Dramatization work of my short prose:




I don't even feel bad and sorry because my drawing turns out to be such ewh pics haha. Don't ask me why, because what I have been doing this whole time are reading and writing, no time for my hand to draw and paint anymore. Hiksss.
But it is even much better than recording my voice in soundcloud because I realized that my voice is not the kind of voice people would like to listen hahaha!

Wednesday, 23 April 2014

A Millennium JC (Jatinangor Century)


Bena closed the book, took a deep breath, and then sighed. He really felt like a crazy man now. His mind wandered to every cell of his brain since that evening-a crazy evening in Caringin. He tried to remember every pieces of that night, meeting a stranger who gave him an unfamiliar stone. He might just throw that stone away, but what that man said made him keep it. The stone he was holding now looked precisely like the picture on his Ikhtisar Kepurbakalaan Indonesia textbook. The sophomore archeology student looked at the picture again, deeply, and it stated that:
The nearly period of Megalith came to Indonesia on the Bronze Age, and developed by the Dong Son Culture (Deutro Malayan).
“Seriously? A millennium BC?”
Bena knew well that he might be deceived, but his instinct told him that this stone could be more important than he might think.
-
Finally I made it :')

Daaaan kelanjutannya masih panjang banget! So many ideas are bumping in my head and it's gonna explode soon!!
Gonna make it a novel, maybe? Hahaha.

Tuesday, 1 April 2014

From a Man's Perspective



Jangan pernah melihatku dengan matamu yang menyedihkan.
Aku tidak menyukainya karena itu hanya akan membuatku peduli kepadamu, ingin memelukmu, dan menenangkanmu.
Jangan pernah berdiri sendirian seperti sedang menunggu seseorang lainnya.
Aku tidak menyukainya karena itu hanya akan membuatku ingin berjalan di sampingmu, menggandeng tanganmu, memastikan kamu tidak akan tersandung karena kebiasaanmu melamun.
Oh iya, itu dia. Kebiasaanmu melamun.
Jangan pernah melamun dan terbengong-bengong sendiri seperti itu.
Kamu memang tampak sangat... yah aku tidak ingin memujimu, tapi itu hanya akan membuat lelaki lain ingin menggodamu, dan aku tidak menyukainya.

...

Mengapa kamu terus terdiam? Tidakkah kamu melihat betapa aku sangat berusaha untuk mendekatimu, ingin mencoba mengerti kamu.
Jawablah aku, jangan dengan tatapan matamu yang seperti itu.
Aku ingin tahu langkah hidupmu, masa lalumu, cerita-cerita masa kecilmu, tentang kamu yang katanya pernah menghabiskan masa kecilmu di suatu daerah terpencil, berpindah-pindah seperti serangga yang sedang mencari rumah sejatinya.
Apakah kamu takut?
Berapa banyak kekecewaan yang telah kamu dapati? Terlalu sering menyimpan kepercayaan yang terlalu besar kepada orang-orang yang berlalu lalang di hidupmu.
Terlalu sering bertemu orang baru namun kamu sadar tidak semuanya akan tinggal selamanya menjadi temanmu.
Apakah karena itu kamu sangat menjaga jarak dengan ku?

...

Jangan takut, percayalah padaku.
Aku mengerti ketakutanmu. Aku pun juga merasa takut ketika sendiri, ketika jauh dari keluarga dan tempat nyamanku.
Percaya atau tidak, sejujurnya aku juga takut setiap akan memulai perjalananku, petualanganku.
Walau alam bebas membuatku tenang, sejujurnya pada saat yang sama alam bebas juga membuatku sangat sendiri dan kesepian.
Hal itu wajar kok. Jika kamu ingin ketakutanmu berkurang, ikutlah berjalan denganku, merasakan petualangan-petualangan yang membuatku hidup. Maka kamu akan tahu apa yang membuat ketakutan itu berkurang.
Jangan khawatir, aku akan berusaha untuk memastikan kamu baik-baik saja, selalu.
Walau kamu merasa tidak membutuhkan, aku akan selalu ada di belakang untuk melindungimu dan di depan untuk memimpinmu, agar kamu tidak tersesat.
Aku memang tidak menjanjikanmu tidak akan pernah mengecewakanmu, tapi aku akan menjanjikanmu untuk mengerti kamu.

Karena itu, palingkanlah mukamu. Lihat aku, tapi kali ini dengan tatapan mata penuh harapan. Bicaralah denganku, jawablah aku, dengan senyum dan candamu yang kamu berikan pada orang-orang yang telah kamu percaya.
Dan akhirnya, kamu akan sadar betapa secara tidak kamu sadari, akulah yang nantinya akan melengkapimu. Melengkapi bagian yang hingga akhirnya tidak akan pernah utuh jika bagian itu bukanlah aku.

...

FOR MY FINAL CREATIVE WRITING PROJECT.

I write a short story from man's perspective, and that is what the man's character is likely about.

Wednesday, 19 March 2014

Which one?

Which one would you regret more? The chances you are never having or the failures you are getting?
Of course everyone chooses the first one. But do you know how much it hurts for having yourself rejected by your dreams? For many times like it's so much that you cannot bear it anymore. I want to give up but everytime I am about to give up, something inside me kicks the door of my heart saying,
"Don't give up"
Shit indeed.

Friday, 28 February 2014

To Him Who Has High Pride

Sial pisan jadi anak sastra teh. Tiap hari berhadapan sama prosa dan puisi yang kerjaannya bikin galau. Belum lagi ada dosen kece yang nambah-nambahin kegalauan dengan bacain puisi teromantis sedunia! Damn……

Ini nih puisi teromantis sedunia karya John Donne yang ia persembahkan untuk istrinya ketika ia bertanya, “Bagaimana jika aku pergi?”

(This is not the translation of the poem but only the synthesizing of John Donne’s poem with my own word hihi)



Jika aku pergi, jangan pernah mengeluhkan hal-hal menyedihkan.
Apakah kamu akan benar-benar percaya aku akan meninggalkanmu?
Apakah kamu akan bersedih seperti mereka yang benar-benar ditinggalkan?
Aku kan tidak meninggalkanmu, tidak pernah.

Cinta kita bukan cinta seperti yang mereka umbar.
Yang terasa nyata di mulut, namun bohong di hati.
Yang tidak mau menerima kehilangan.
Karena akan menghilangkan perasaan di hatinya juga.

Kepergianku justru akan melengkapi kekosonganmu.
Karena kita adalah kaki-kaki jangka itu.
Di mana kamu adalah kaki jangka yang menguatkanku.
Dan aku adalah kaki jangka yang memutarinya.

Kamu adalah kaki jangka yang menguatkanku.
Dan ketika kaki jangka yang lain itu bergerak,
Lingkaran yang tercipta akan menjadi sempurna
karena kamu telah menjadi sandaran yang kuat untuknya.
...
Dan lingkaran yang sempurna itu
akan membuatnya kembali ke titik awal,
kepada dirimu.


Copyright to John Donne, a Valediction: Forbidden Mourning. 1611.

Saturday, 15 February 2014

Catatan Untuk Yang Keempat


Ini bukan tentang apa yang mereka bicarakan.
Tentang hati yang hanya melihat keindahan dan gemerlapnya dunia.
Bukan lagi tentang itu.
Aku cuma ingin mengungkapkan rasa terima kasihku, rasa cintaku kepada Sang Pencipta yang telah memberikan nikmat yang tiada hingga.
Nikmat yang bukan hanya bersifat materi saja, namun juga kemudahan dan ketenangan yang indahnya tiada terkira.
Terima kasih ya Allah...

Aku ingin berterima kasih atas segalanya.
Terima kasih telah mempertemukanku dengan orang-orang baik yang selalu mengajakku untuk selalu mengingatMu dan mencintaiMu.
Terima kasih telah memberikanku kesempatan setiap harinya untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi dan memperbaiki masa laluku.
Jika aku melihat kembali masa-masa itu.. Ah, hanya dengan mengingatnya saja, aku yakin Engkau sangat-sangat tidak menyukainya.

Dunia yang lalu itu memang indah, menyenangkan, tidak perlu mengkhawatirkan apapun.

Namun aku tahu kemudian bahwa penyesalan akan kesenangan itu sangatlah banyak. Bukan hanya aku yang dibuat sakit olehnya. Namun orang tuaku, juga orang-orang yang mempercayaiku tentu akan sedih karenanya.

Entah untuk yang keberapa kalinya aku ingin berterima kasih telah menyadarkanku dan mengembalikanku ke jalan yang memang seharusnya aku di situ.
Perjalanan ini semakin berat ya Allah.. Tolong bimbinglah hambaMu ini selalu dan please, biarkan orang-orang yang aku sayang selalu menemaniku. They are my greatest strength. Buat mereka juga selalu bahagia amiiin..

Semangat semester 4!