Tuesday, 1 April 2014

From a Man's Perspective



Jangan pernah melihatku dengan matamu yang menyedihkan.
Aku tidak menyukainya karena itu hanya akan membuatku peduli kepadamu, ingin memelukmu, dan menenangkanmu.
Jangan pernah berdiri sendirian seperti sedang menunggu seseorang lainnya.
Aku tidak menyukainya karena itu hanya akan membuatku ingin berjalan di sampingmu, menggandeng tanganmu, memastikan kamu tidak akan tersandung karena kebiasaanmu melamun.
Oh iya, itu dia. Kebiasaanmu melamun.
Jangan pernah melamun dan terbengong-bengong sendiri seperti itu.
Kamu memang tampak sangat... yah aku tidak ingin memujimu, tapi itu hanya akan membuat lelaki lain ingin menggodamu, dan aku tidak menyukainya.

...

Mengapa kamu terus terdiam? Tidakkah kamu melihat betapa aku sangat berusaha untuk mendekatimu, ingin mencoba mengerti kamu.
Jawablah aku, jangan dengan tatapan matamu yang seperti itu.
Aku ingin tahu langkah hidupmu, masa lalumu, cerita-cerita masa kecilmu, tentang kamu yang katanya pernah menghabiskan masa kecilmu di suatu daerah terpencil, berpindah-pindah seperti serangga yang sedang mencari rumah sejatinya.
Apakah kamu takut?
Berapa banyak kekecewaan yang telah kamu dapati? Terlalu sering menyimpan kepercayaan yang terlalu besar kepada orang-orang yang berlalu lalang di hidupmu.
Terlalu sering bertemu orang baru namun kamu sadar tidak semuanya akan tinggal selamanya menjadi temanmu.
Apakah karena itu kamu sangat menjaga jarak dengan ku?

...

Jangan takut, percayalah padaku.
Aku mengerti ketakutanmu. Aku pun juga merasa takut ketika sendiri, ketika jauh dari keluarga dan tempat nyamanku.
Percaya atau tidak, sejujurnya aku juga takut setiap akan memulai perjalananku, petualanganku.
Walau alam bebas membuatku tenang, sejujurnya pada saat yang sama alam bebas juga membuatku sangat sendiri dan kesepian.
Hal itu wajar kok. Jika kamu ingin ketakutanmu berkurang, ikutlah berjalan denganku, merasakan petualangan-petualangan yang membuatku hidup. Maka kamu akan tahu apa yang membuat ketakutan itu berkurang.
Jangan khawatir, aku akan berusaha untuk memastikan kamu baik-baik saja, selalu.
Walau kamu merasa tidak membutuhkan, aku akan selalu ada di belakang untuk melindungimu dan di depan untuk memimpinmu, agar kamu tidak tersesat.
Aku memang tidak menjanjikanmu tidak akan pernah mengecewakanmu, tapi aku akan menjanjikanmu untuk mengerti kamu.

Karena itu, palingkanlah mukamu. Lihat aku, tapi kali ini dengan tatapan mata penuh harapan. Bicaralah denganku, jawablah aku, dengan senyum dan candamu yang kamu berikan pada orang-orang yang telah kamu percaya.
Dan akhirnya, kamu akan sadar betapa secara tidak kamu sadari, akulah yang nantinya akan melengkapimu. Melengkapi bagian yang hingga akhirnya tidak akan pernah utuh jika bagian itu bukanlah aku.

...

FOR MY FINAL CREATIVE WRITING PROJECT.

I write a short story from man's perspective, and that is what the man's character is likely about.

No comments:

Post a Comment