Saturday, 22 December 2012
Habibie & Ainun
Ketika saya mendapat tugas pelajaran paragraph writing untuk menulis tiga orang hebat yang memengaruhi, saya menulis nama tiga perempuan; Kartini, Oprah Winfrey dan Ibu Ainun Habibie. Khusus yang terakhir, saya menulis tentang Almh. Ibu Ainun Habibie karena saya mengagumi kecerdasan dan kesetiaan beliau dalam mendampingi sosok lelaki hebat dalam suka dan duka, dari yang belum menjadi apa-apa, belum memiliki apa-apa, hingga akhirnya menjadi orang yang dibanggakan di negara ini, juga di Eropa dan dunia.
Saya sempat kaget ketika mendengar dosen saya tertarik dengan tokoh yang saya ceritakan, dan beliau kemudian menceritakan kalau ibu Ainun adalah saudara istri beliau.
Dan kemudian muncul film yang diangkat dari buku yang ditulis Bapak Habibie tentang ibu Ainun. Dalam buku itu saya sangat tersentuh dengan puisi yang Pak Habibie tulis untuk Ibu Ainun,
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti mjd tiada pada akhirnya
dan kematian adalah sesuatu yang pasti
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak demikian hebat
adalah kenyataan bahwa kematian benar2 dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba2 hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini
mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang.
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini
selamat jalan,
kau dariNya dan kembali padaNya
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada
. selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku
. selamat jalan,
calon bidadari surgaku
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment