Aku mencintai seni dan keindahan.
Ketika aku kecil, membuat prakarya dan menulis adalah jam yang selalu aku tunggu setiap minggunya.
Namun tidak ketika aku besar dan menjadikannya kewajiban.
Cinta itu dikurung dalam sebuah kotak bernama akademika, dan dikontrol oleh sebuah kunci bernama aturan SKS yang membuatku tidak bebas untuk berkarya.
Ya sudahlah, cintaku itu hanya dituntut, bukan dimusnahkan.
Setidaknya, cinta itu masih ada.
Salam, mahasiswi sastra yang mencintai perpaduan keindahan seni rupa dan bahasa.
No comments:
Post a Comment