Headnote:
Sorry, this post comes from someone yang gak tahan sama suasana panas orang
berantem atau berdebat :(
---
Thank
God I still can make people laugh,
…instead
of bullying other people with the thing called intelligence.
Alhamdulillah
ya jaman sekarang emang udah banyak orang cerdas dan bisa berargumen dengan
sangat persistent (I didn’t say good, sorry hehe), tapi sedih juga kalau
kecerdasan mereka itu digunakan buat ngebully orang lain yang mempunyai perspektif
berbeda dengan mereka.
Kemutlakan
orang (yang mengaku) cerdas jaman sekarang, “Saya tahu mana yang benar – dan yang lain salah.”
That’s
why I never like the word such “smart-stupid". Klasifikasi seperti itu sepertinya hanya dibuat oleh orang-orang yang kekeuh dan gak pernah mau mencoba untuk mendengarkan,
apalagi memahami, perspektif yang berbeda dengan mereka.
That’s
why I prefer the word “ignorant - non-ignorant” people karena menurut saya gak ada orang bodoh dan cerdas secara mutlak. Yang ada adalah orang “ignorant” yang akan selalu merasa benar. They will close their world
to anything that is likely to enter. They build their wall high so that they
would think they are on the top of the world. Padahal, jauh di sana ada sebuah
dinding yang dapat membuatnya berdiri lebih tinggi. Mereka gak bisa melihatnya
karena mereka pikir itu sebuah dinding yang pendek. Mereka berpikir seperti itu
karena mereka melihatnya dari jauh. Again, it is about perspective.
Orang-orang "ignorant" itu hanya butuh memahami, kok. Tidak perlu sampai pada penerimaan karena setiap orang dan setiap perspektif memang pasti akan selalu berbeda.
Ya, gapapa sih kalau saya ketemu orang "ignorant" kayak gitu. I just would never be interested to share minds or thoughts with them. Kalau beda pendapat sedikit pasti langsung mati-matian dihakimi sebagai suatu kesalahan :( Males deh...
Ya, gapapa sih kalau saya ketemu orang "ignorant" kayak gitu. I just would never be interested to share minds or thoughts with them. Kalau beda pendapat sedikit pasti langsung mati-matian dihakimi sebagai suatu kesalahan :( Males deh...
But
if I were them and then I found someone/people who show their
ways to annoy me, I prefer to joke them instead of being the I-Know-Everything along
with sumpah serapah dan judgement yang menjijikkan. Hftttt.
Joking
is the most intelligent way to say your opinion or argument. Kalau yang dituju
tidak mengerti, ya aku sih malah tambah ketawa :’)
Pusing
ah, mau mikirin skripsi dulu aja…
saya masih smt 4 kak, baru separuh perjalanan dan belum kenal yg namanya magang, apalagi maggang tangan kekasih. got it? wkwk cek blog aku ya kak bahanbacaan21.blogspot.co.id
ReplyDelete