If you think it is TGIF and I had great party yesterday.... Nope it is not.
Well, let's see..
Hari Jumat adalah hari dimana gue ikut mentoring yang diadakan DKM di fakultas gue. Awalnya gue gak tau sih, cuma alhamdulillah berhubung punya temen yang sholihah yang mau mengajak teman-temannya menuju jalan kebenaran (Jarang banget loh ada anak sasing yang kayak begitu, you can always count how many it is) akhirnya gue ikutan deh. Jadi kita berlima; gue, Shifa Hida, Vera, dan Bunga, belajar untuk menjadi pribadi yang lebih dekat dengan sang pencipta. Dan teteh mentornya adalah senior gue, anak sastra Inggris juga tahun 2011, namanya teh Ami :D
Nah, berhubung minggu ini teh Ami nya gak bisa hadir, akhirnya teh Ami nawarin untuk ikut mentoring yang diadakan di fakultas sebelah, FISIP. Dan temanya adalah....
"Sekolah Pra-Nikah"
...
Gue gak ngerti apapun tentang hal-hal yang berhubungan dengan itu. It is still a long long way to go man. I know the title is "Sekolah" which means it doesnt need someone pro to listen to it, instead it needs someone who doesn't know anything to listen so that they will understand. Tapi, dengan gue yang masih "not-mature-enough" dan pikiran yang masih penuh dengan cita-cita untuk dicapai, gue merasa, "Well, I think the topic doesn't suit me. Gue gak ikut deh.."
Tapi temen gue, Shifa (the one who introduces us to mentoring) adalah seseorang yang sangat mendukung pernikahan dini. Jadi dia pengen banget ikutan mentoring itu, akhirnya gue dan yang lainnya jadi terpengaruh deh..
...
Okay, enough for the introduction.
Sekolah itu meninjau pernikahan dari sisi psikologis. Pengisi mentoringnya adalah teh Urfa Qurrota Ainy. Beliau adalah mahasiswi Fapsi 2011 dan beliau sudah dipersatukan dengan jodohnya (re: menikah) di usianya yang kira-kira baru menginjak awal 20an.
Waaah... I got shocked seriously. How can she married at such a young age?
Karena penasaran, akhirnya gue yang awalnya gak serius mendengarkannya jadi serius deh.
She said that... she kept the love inside for her husband for about 8 years.
Again, I got shocked. Twice harder than before (lebay sih haha).
Man, how could she love someone secretly for 8 years? Did she not ever get bored over it?
Tapi ada satu hal yang gue ingat dari kata-kata beliau,
"Cinta dalam hati adalah doa."
Beliau tidak pernah berkirim surat-suratan (jamannya beliau itu masih jaman surat-suratan), sms pun bisa dihitung dengan satu tangan saja, dan beliau juga sangat menjaga dirinya. Tapi subhanallah ya.. Kalau memang takdir Allah, tidak ada seorang pun yang bisa menyangkalnya. Akhirnya sang pujaan hati datang juga melamar beliau.
Hal kedua yang gue inget adalah,
Banyak orang mengira menikah muda banyak menimbulkan masalah. Padahal masalah itu datang kepada siapapun, baik yang menikah tua (Haha i don't know such phrase exists) maupun yang menikah muda. Jika jodoh itu datang, maka sambutlah karena itu adalah pemberian dari Allah. Kalau kamu menolak saat ia datang, bisa jadi Allah akan menundanya lebih lama lagi, bahkan tidak jadi memberi sama sekali.
Dan hal ketiga adalah,
Kalau perempuan menolak seorang lelaki datang kepadanya untuk mengajak menikah dengan alasan masih ingin menuntut ilmu, maka perempuan tersebut salah. Justru dengan ia menikah, ia bisa belajar jauh lebih banyak dari suaminya.
Well, the last statement is enough to be sarcasm for me.
Tapi tetap saja, I still want to have more and more experiences as long as I am still given chance for it. Because once again, my quote is YOLO. Hehehe.
Karena beliau dan suaminya adalah newlywed, jadi cerita yang beliau ceritakan so sweet semua, and the audiences were like, "Awwwww, so sweeeeet..." Hahaha namanya juga cewek. Dan teman gue, Shifa, jadi semakin ingin cepat-cepat menikah hahaha.
Shiiiif, give us your wedding invitation soooon! We wish you will meet the right person like asappp!
...
Terima kasih teh Urfa, it touches our hearts seriously. Tapi tetep aja, I am still a little girl not a lady who is ready to be married yet hehehe.
Thanks for what happened on last Friday.
Love,
Nurin :)

I nearly cried reading this :')
ReplyDeleteJadi nyesel malah pulang ke Bandung kemaren, uh!
Nurinnnn serius? AAAKKKK YA AMPUUUNNNN so sweet gitu :3
ReplyDeleteHaduh terharu bgt lah sumpahhhhh