"Use your brain if you have any."
...
Pagi itu, pagi yang menjadi awal pertama untuk memulai hari-hari kuliah.
Pagi itu di gedung C103.
Pagi itu seorang bapak tua dengan badan besar dan rambut putih duduk dengan memakai masker. Ya masker, the first thing keeps in my mind about him.
"Silahkan tanya."
Dan jika salah sedikit saja grammar atau pronounciationnya maka beliau akan langsung memotong, "Salah." Dan lanjut ke orang berikutnya.
And I am really into Mr. Wilson when he asked us about what language we want to learn besides English and Bahasa.
When it came to my turn, I said,
"Dutch."
Then, Mr. Wilson said,
"Wat wil je leren van Nederlands?"
.... Since the first time I came back to Indonesia, I really miss someone speaking Dutch to me. Then half of my heart felt like... Glad! :D Finally I found someone who could speak Dutch!
"Ik kan het Nederlands spreken, maar ik verget het. Hehe"
Sejak itu, jika saya tidak mengerti apa yang beliau katakan, maka beliau akan menjelaskannya dengan bahasa Belanda.
Dan terakhir saya berbicara dengan beliau,
"Terus berbicara bahasa Belanda, jangan sampai lupa."
...
Beliau yang suka berkata "Dungu.", beliau yang sarkatis namun sangat baik hati. Beliau yang sudah pensiun namun rela untuk tetap mengajar walaupun hanya sehari dalam seminggu. Dan beliau yang sangat berdedikasi untuk pendidikan,
He ever asked us about lecturer who likes to skip class,
Then everyone of us said, "Randyyyyy! hahahah"
Lalu beliau berkata, "Kalo ada dosen yang ga masuk harusnya kalian minta denda, karena satu pertemuan saja dosen itu sudah dapat blablabla." Saya lupa nominalnya berapa tapi saya kaget karena beliau sampai segitunya menghitung segala rupa.
....
"Orang Indonesia itu tidak bisa diberitahu dengan cara baik. Saya pernah melihat tulisan Jangan Buang Sampah Sembarangan, tetapi masih saja banyak sampah. Eh, terus saya lihat kemudian hari tulisannya menjadi, Jangan Buang Sampah Sembarang Bego. Dan sejak itu saya tidak pernah melihat sampat di tempat itu lagi." Hahahahaha.
Beliau yang suka memintai koin seribu rupiah setiap harinya, dan harus koin, beliau tidak menerima uang kertas atau pun 2 koin 500.
Beliau yang ternyata pernah menjadi mahasiswa elektro ITB namun mengeluarkan diri.
Beliau yang masih memakai kendaraan umum dari Dago, Bandung menuju Jatinangor.
Beliau yang setelah membagikan hasil tulisan kamu langsung berkata, "Tanya."
Beliau yang selalu memakai kemeja biru itu, dan ketika Wisny bertanya, he answered, "Because I have a dozen."
...
"Saya berhasil karena sering gagal."
Sosok Pak Wilson dengan pemikirannya yang luar biasa yang ternyata juga mempengaruhi murid-muridnya yang kini menjadi dosen juga. Seperti Pak Ari, Pak Bima, Taufik, Sandya.
Selamat jalan pak, saya dan juga teman-teman saya yang lain sangat bangga dan senang mendapat kesempatan untuk menjadi mahasiswa bapak.

Beliau 72 tahun tapi masih gagah ya--
ReplyDeleteHe's not dead, anyway. He lives here and there, in his student's hearts.