Friday, 31 May 2013

Story from Yesterday


I thought it was just a feeling of loneliness so when you came it felt diferrent.

I thought it was just because I didn't like the presence of yours around so I refused to admit that I actually thought about you most.

We don't have any single thing in common, but why did I always listen to every story you tell?

You always know that I'm very good at pretending, then when I had something sad and kept it, you would always know it and it felt comfortable...

....

Anything I said, you always found it funny...

That's why I was not shy, I was not afraid of being my self when I was with you.

Don't you know since that your presence had been very important to me, but sadly I didn't realize that.
...

Until the day came and you just walked away without any reasons.

...

I thought it was my fault.

And you might be the first person who settled very special in my life. But it wouldn't last longer.

That girl who used to always forgive you, now she has already moved on with her life :)

Living in a small "town" with all these demanding things, I would.

So what's the point of you come back and act like nothing happened?

...

The sun is rising, and the darkness of night is no longer on hand.

See the world, but don't see it from my eyes.


Sincerely.

Thursday, 9 May 2013

First Committee Experiences in Freshman Year

Finally our hardwork were paid!


Memang ya, manisnya hidup itu terasa setelah lelah-lelahnya berjuang. Dan terbukti, dengan menjadi anggota panitia sebuah acara, I really know how it feels.

Let me memorize, go flash back to the... May 2013!

1. Anggota Dana Usaha, We Survived 2012

Awalnya saya ga berniat buat jadi panitia di acara malam keakraban (makrab) sastra inggris, jurusan saya, karena saya cuma mau fokus sama makrab fakultas. Da saya mah berprinsip sesuatu yang dibagi-bagi pasti ujungnya ripuh, dan pasti kalau "mendua" ga bakal ngasih yang terbaik ke dua-duanya. Tapi berhubung koor danus itu batur saya (Dini), dan berhubung anggota danus juga cuma 4 orang tapi kerjanya sangat keras, jadi aja saya ngajak 2 temen saya (Bunga, Lidya) buat gabung.
Dan disinilah kita anggota danus:
Dini, Pongo, Hanny, Kikay, gue, Bunga, Lidya, dan Rizka.
Cewe semua tapi setrooooong sekali hahaha. Kita mengerahkan seluruh tenaga untuk berbisnis (re: jualan) selama.... 2 minggu :')
Tapi kikay adalah danus khusus divisi ngamen.

Yang kita jual: Risol aneka rasa (Ayam, Daging, Apel, Keju, Pisang Cokelat), aneka gorengan, dan donat madu aneka rasa (Blueberry, Orange, Mint, Cappuccino, Tiramisu, dll)

Tapi karena pasaran lebih tertarik dengan risol dan donat madu, jadi aja kita jualan itu terus akhirnya hehehe.

Terus kita dibagi-bagi buat nyebarin dagangannya.
Dan gue bareng Bunga dan Lidya, mulai menjajakannya setiap hari KELILING UNPAD :'D

Pengalaman menyedihkan: Di FMIPA tuuhhh!! Tepatnya jurusan Biologi. Nyebelin banget tuh orang mau jualan doang biasa aja kali itu akangnya ga perlu jutek, kalo mau beli mah ya beli, kalo enggak ya bilang aja enggak. Ga perlu dijutekin gitu dooong kita juga ga maksud ganggu kok. Huh ya sudahlah.

Pengalaman memalukan: Waktu saya mau nawarin donat madu ke anak-anak bangku biru, tapi ternyata donat yang saya pegang jatoh...... Jadi aja mereka ngambil donat yang udah jatoh itu dan urang nu mayar sakabehna hahaha.

Pengalaman menyenangkan: Waktu ngamen di Dago, Bandung. Kami (Kikay, Wira, Undira, Vera, Gue, dan Bunga) dapet 100ribu dalam 2 jam :D Padahal kita cuma nyanyi lagu "Just The Way You Are" looh... Dan seharusnya lagu itu berubah nama jadi "Seratus Ribu Song".

And finally.... The D-Day sukses berat!! Alhamdulillah..

Dan sehabis D-day saya demam empat hari, dan pipi saya membengkak, oh ternyata katanya dokter, gigi belakang saya mau tumbuh hahahaha.

Dan sejak jadi anggota danus saya jadi perhitungan sekali sama duit hahahaha.

Sampai situ dulu ya, pokoknya salam dari cewe2 seterong danus.


2. Anggota Dekorasi, The Onederland

Yang satu ini emang saya pilih karena hati saya. Walaupun awalnya sempet ripuh karena bagaikan anggota terombang-ambing yang ga jelas tanpa captainnya, tapi akhirnya ada Himawan yang bersedia jadi ketua tersabar nomor 1 versi on the spot.

Well, sejujurnya hasilnya memang tidak sepuas saat kerja keras saya waktu jadi danus...

Hmm ya, sebagai penikmat gila seni rupa saya memang agak setres ngeliat hasil akhirnya.
Gimana bisa awan bertumpuk tapi tumpukannya tuh sama aja bohong. Yang bikin saya mikir kalau itu ada debu dari si pelangi. Huuft, dan bagaimana bisa ada sukro putih-putih yang melayang di atas kapal yang berbentuk trapesium dengan warna yang.... Sudahlah.

Tapi alhamdulillah itu adalah hasil terbaik yang sudah kami berikan :)

Mengingat fisik yang kebanyakan sudah tumbang karena kerja mati-matian buat sasing, dan harus bekerja lagi untuk FIB.
Mengingat penonton yang sedikit karena sudah pada pulang ke kampung halamannya karena besoknya libur. Dan akhirnya kebanyakan penonton adalah fans dari luar yang pengen liat guest star tampil..
Juga mengingat dana yang terbatas sehingga harus pakai dana kita dulu.
Dan mengingat ketua pelaksananya yang..... Sudahlah.

Tapi itu semua sangaaat keren, hasil terbaik yang kita berikan mengingat segala keterbatasannya.

Well done :)


...

Alhamdulillahirabbilalamiiiiin...

...

Dan target saya selanjutnya yang masih ada dalam wishlist saya adalah,

Seni Lukis, Futsal, Koalisi Pemuda Hijau Jabar, StreetChild Bandung, dan Nusa Tenggara!!

Bismillahirrahmanirrahiiim...

:)

Wednesday, 1 May 2013

Dedicated to My Honorable Lecturer

Untuk seorang dosen yang luar biasa.


"Use your brain if you have any."

...

Pagi itu, pagi yang menjadi awal pertama untuk memulai hari-hari kuliah.

Pagi itu di gedung C103.

Pagi itu seorang bapak tua dengan badan besar dan rambut putih duduk dengan memakai masker. Ya masker, the first thing keeps in my mind about him.

"Silahkan tanya."

Dan jika salah sedikit saja grammar atau pronounciationnya maka beliau akan langsung memotong, "Salah." Dan lanjut ke orang berikutnya.

And I am really into Mr. Wilson when he asked us about what language we want to learn besides English and Bahasa.
When it came to my turn, I said,
"Dutch."

Then, Mr. Wilson said,
"Wat wil je leren van Nederlands?"

.... Since the first time I came back to Indonesia, I really miss someone speaking Dutch to me. Then half of my heart felt like... Glad! :D Finally I found someone who could speak Dutch!

"Ik kan het Nederlands spreken, maar ik verget het. Hehe"

Sejak itu, jika saya tidak mengerti apa yang beliau katakan, maka beliau akan menjelaskannya dengan bahasa Belanda.

Dan terakhir saya berbicara dengan beliau,

"Terus berbicara bahasa Belanda, jangan sampai lupa."

...

Beliau yang suka berkata "Dungu.", beliau yang sarkatis namun sangat baik hati. Beliau yang sudah pensiun namun rela untuk tetap mengajar walaupun hanya sehari dalam seminggu. Dan beliau yang sangat berdedikasi untuk pendidikan,

He ever asked us about lecturer who likes to skip class,

Then everyone of us said, "Randyyyyy! hahahah"

Lalu beliau berkata, "Kalo ada dosen yang ga masuk harusnya kalian minta denda, karena satu pertemuan saja dosen itu sudah dapat blablabla." Saya lupa nominalnya berapa tapi saya kaget karena beliau sampai segitunya menghitung segala rupa.

....

"Orang Indonesia itu tidak bisa diberitahu dengan cara baik. Saya pernah melihat tulisan Jangan Buang Sampah Sembarangan, tetapi masih saja banyak sampah. Eh, terus saya lihat kemudian hari tulisannya menjadi, Jangan Buang Sampah Sembarang Bego. Dan sejak itu saya tidak pernah melihat sampat di tempat itu lagi." Hahahahaha.

Beliau yang suka memintai koin seribu rupiah setiap harinya, dan harus koin, beliau tidak menerima uang kertas atau pun 2 koin 500.

Beliau yang ternyata pernah menjadi mahasiswa elektro ITB namun mengeluarkan diri.

Beliau yang masih memakai kendaraan umum dari Dago, Bandung menuju Jatinangor.

Beliau yang setelah membagikan hasil tulisan kamu langsung berkata, "Tanya."

Beliau yang selalu memakai kemeja biru itu, dan ketika Wisny bertanya, he answered, "Because I have a dozen."

...

"Saya berhasil karena sering gagal."

Sosok Pak Wilson dengan pemikirannya yang luar biasa yang ternyata juga mempengaruhi murid-muridnya yang kini menjadi dosen juga. Seperti Pak Ari, Pak Bima, Taufik, Sandya.

Selamat jalan pak, saya dan juga teman-teman saya yang lain sangat bangga dan senang mendapat kesempatan untuk menjadi mahasiswa bapak.

Setiap akhir semester beliau meminta beberapa orang yang dia tunjuk untuk foto bersamanya. Dan di akhir semester itu, akhirnya beliau membuka maskernya, dan mengganti kemejanya.
Left to Right: Me, Anni, Wisny, Netti, Vera, Pak Wilson, Rizky, Tommy
:')