Friday, 25 January 2013

Forgive and Forgiving.

Catatan dari Jogja, liburan sewaktu itu...

Complicated. Riweuh. Tidak karuan.

Benar kata orang, a problem should be seen from different perspectives and be solved by a big heart. But.... Please let me, for a while, I dont want to.

Mama selalu bilang apapun yang terjadi kita harus mengalah. Apapun yang dikatakan orang tentangmu itu jelek, kita hanya bisa memaafkan. Belajarlah untuk memiliki hati yang luas karena dengan itu kamu bisa dengan mudah memaafkan.

Dan selama itulah aku hidup seperti yang diajarkan mama.

But please.... Only for this time... Ya Allah maafkan hambamu ini yang telah memanjakan egonya sendiri dan membiarkan egonya menguasainya, hingga untuk saat ini saja, aku tak bisa memaafkannya.

Lalu mama berkata padaku, tidakkah kamu ingat akan kebaikan-kebaikannya dan rasa sayang yang telah dipupuk bersama sama sekian lama, tidakkah kamu merasa sayang itu semua akan lenyap begitu saja?

Mama.... Aku tahu rasa sayang aku begitu besar, hingga ketika orang itu berkata sesuatu yang menyakitkan hatiku, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi selain menangis. Menangis karena rasa kecewa bagaimana mungkin perasaan sayang yang begitu besar dapat hancur karena tindakkan kecil saja. Tidak bisakah diriku memaafkan dan melupakannya. Rasa kecewa itulah ma, yang menguasai sebagian besar rasa sakitku,


Untuk sementara ini, aku adalah Nurin yang Egois dan tidak mau memaafkan, maafkan.... Semoga kali ini kamu bisa memaafkanku yang tak bisa memaafkan.

No comments:

Post a Comment