Saturday, 30 September 2023

Thank you, September


Thank you September 😇

Izinkan aku menulis di tengah kejaran penulisan artikel dan tumpukan materi yang harus dibaca hehe.
Sesaat tadi, ketika aku melihat to-do list yang telah berlalu, aku merasa harus membuat suatu record untuk mengenang apa yang telah ku upayakan dan hal-hal yang sepatutnya aku syukuri.
Dua tahun mengabdi di universitas ini berlalu cepat sekali... Jangankan dua tahun, bahkan 28 tahun hidupku juga berlalu dengan was wes whooosh (bukan nama kereta cepat). Untuk itu, aku memaksa diriku sendiri untuk dapat menyempatkan waktu membuat rekap atas hal-hal yang berlalu itu.

Pertama, aku bersyukur sekali laporan akreditasi FIBAA sudah dikumpulkan! Finally! Aku ingat sekali begitu masuk menjadi dosen baru di prodi langsung dijadikan tim taksforce akreditasi prodi. Aku yang bahkan belum tahu banyak mengenai kurikulum, sebaran mata kuliah, visi misi prodi, tujuan-tujuan prodi, capaian lulusan, capaian pembelajaran, perhitungan masa studi, dan hal-hal berbau pendidikan serta administrasi prodi, jadi harus ngebut mempelajari itu semua dalam satu tahun. Aku masih ingat rapat setiap Jumat yang dihabiskan berjam-jam dari pagi hingga menjelang maghrib "hanya" untuk membahas satu bab dalam laporan. Kemudian, bolak-balik revisi setelah menerima saran dan pendapat perbaikan dari pihak fakultas, universitas, hingga tenaga ahli dari luar universitas. Tidak jarang perdebatan terjadi dari pagi hingga sore hanya untuk beberapa kalimat wkwk. Bersyukur aku punya senior-senior yang tidak pelit membagi ilmu 💛 

Kedua, aku juga bersyukur aku bisa terpilih menjadi peserta pelatihan Talent Scouting tahun ini 😀 Dengan restu dari Koorprodi (terima kasih Bu Rahayu), aku mengikuti pelatihan untuk mempersiapkan proposal PhD dengan lancar selama dua hari. So many precious insights and valuable knowledges that I got during the workshops. Aku yang selalu merasa kurang ketika membagikan ilmuku kepada mahasiswa-mahasiswaku sangat termotivasi untuk lanjut belajar lagi supaya bisa membagikan ilmu yang lebih banyak 💛 

Ketiga, aku berhasil mengalahkan rasa magerku untuk menulis dan akhirnya aku dapat menyumbangkan satu tulisan untuk suatu buku bersama teman-teman BRIN. Aku juga terpilih jadi peserta research camp fakultas yang berarti aku harus setor tulisan lagi sebelum akhir tahun haha (tertawa tp menangis). Belum lagi penelitian untuk mengembangkan internasionalisasi prodi bersama Bu Rahayu. Bismillah deh akan aku gunakan tahun ini untuk belajar dan menulis 💪

Keempat, dengan amanah menjadi tim IISMA universitas, aku bersyukur jumlah mahasiswa yang lolos IISMA tahun ini naik. Meski harus menghadapi kondisi mahasiswa yang susah sekali kalau disuruh ikut kegiatan-kegiatan seperti ini, since most of them come from lower income families yang bahkan untuk bayar tes bahasa aja gak mampu dan makanya mereka seringkali gak pede kalau disuruh ikut aktivitas extracurricular (non-akademik).. Tp alhamdulillah ada pencapaian yang meningkat. So proud of them! Besides, despite various debates going on about this program, yang penting jalanin aja deh. Gak mungkin nolak juga karena dosen baru 😊 Itung-itung biar tau kinerja tingkat universitas gimana..

Kelima,  aku berhasil meluncurkan program rutinan baru yaitu Alumni Talk di prodiku. Horray! Berhubung aku juga menjadi PJ Tracer Study tingkat prodi dan seringkali alumni yang sudah ke mana-mana tidak terdata, maka aku rancangkan program ini supaya jadi lebih mudah tracingnya hehe. Semoga data-data lulusan dapat digunakan untuk merancang kurikulum prodi yang lebih baik.

Keenam, aku juga harus bersiap untuk persiapan akreditasi jurnal 😂 Jadi PJ jurnal yang penuh drama karena ada gesekan sana sini untuk minta diterbitkan artikelnya juga membuatku kuattt 💪 Kebayang kannn jadi dosen lieurnya kayak gimanaaaa.

Ketujuh, aku juga kuat ngajar 31 SKS semester ini hiyaaa. Ya ampun maapkan kalau semakin ke sini semakin keliatan alay-nya. Gaslah. Ngajar 31 SKS, tiap sore tenggorokan kering karena kebanyakan ngomong. Apalagi ada matkul-matkul baru yang silabus dan materinya harus dibuat lagi eaaa manusia-manusia kuat adalah dosen di universitas yang manajemennya gak bagus wkwkwk.

Kedelapan, aku semakin bisa berdamai dan mencintai diriku sendiri. Hidup sendiri di tengah gempuran sana-sini memaksaku untuk bisa bergerak dan berpikir cepat. Dalam poin kedelapan ini juga aku ingin berterima kasih untuk teman-teman yang selalu ada. Untuk Nurul dan Mbak Linda, partner kerjaku yang senasib sepenanggungan, tempatku mendengar dan bercerita keluh kesah. Untuk Bu Atikah, seniorku, teman perjalanan Bogor-Rawamangun yang banyak mengajarkanku. Untuk Mutiah, partner live music weekendku. Juga sobat-sobat solihah UQ yang suka mengingatkanku untuk ikut pengajian wkwk. Untuk mama dan bapak, neng berusaha untuk hidup dengan baik dan lurus agar mama dan bapak gak dapat dosa dan keburukan dari anakmu iniii.. 😊💛

Berikut adalah cuplikan gambar-gambar kehidupan kerjaku di suatu PTN di Rawamangun 😇





Note: Alhamdulillah for everything