Tuesday, 24 March 2020

Lilin yang Menyimpan




Kereta ini berjalan terlalu lama
Kau duduk di sana
Menatapku yang sedang menikmati lembar demi lembar buku yang baru saja ku pinjam dari perpustakaan

Sesekali aku mengalihkan pandanganku
Mengarahkannya kepada bapak tua yang duduk dengan kantung plastik hitam besar di sampingnya
Atau kepada mbak-mbak yang sedari tadi asik memainkan ponsel genggamnya sambil sesekali tersenyum 
Kita semua mengarah pada satu tujuan kan?

Ah, kita paham betul bahwa bumi ini berputar
Pun kehidupan di dalamnya
Tidak ada yang abadi, katamu
Semua ada masanya

Dua stasiun lagi
Sebentar lagi sampai
Kau beranjak menghampiri
Tetapi sebelumnya, aku ingin mampir dulu ke suatu tempat
Kau pasti tahu itu
Aku ingin bertemu dengan orang yang dalam matanya menyimpan lautan
yang beradu dengan kesedihannya

Aku ingin menghadiahinya lilin ini
Di dalamnya tersimpan berbagai jenis nyala di dunia ini
Yang dapat memberinya kehangatan
Hingga damai semua kalut dan sepinya
Mengganti rengkuhan yang tak bisa hadir dalam nyata

Semoga menjadi pelita untuk gelapnya
Dan lapang untuk jalannya
Nyala ini akan membersamainya menuju pulang,
rumah,
Kelak ketika sampai, mari saling bertatap
Tak perlu kata untuk bercerita
Atas panjangnya hidupnya dan hidupku
Tersisa pendar dalam matanya yang selalu ingin ku pandang dalam-dalam

-

Ah, kau lagi-lagi memanggilku
Mengganggu ceritaku
Katanya aku harus bergegas lebih cepat
Masih banyak yang harus ku lakukan

Tunggu ya, ini lilinnya


.

Side note:

Untuk siapapun yang sedang mengalami lelah dan penat dalam hidup, jangan khawatir...
Akan selalu ada doa seseorang yang menyelamatkanmu...
Doa orangtuamu, pasti.
Atau doa teman-teman baikmu dan saudara-saudaramu yang selama ini mendukungmu
Atau bisa jadi doa orang yang tak sengaja kau beri senyum di perjalananmu hari ini
Atau doa dari orang yang kau beri sedekah
Atau...
mungkin juga doa dari seseorang yang... Ah, pokoknya bisa siapa saja!

Life is tough, but so are you!

Bogor, Maret 2020 #dirumahaja