Sabar, ia masih menunggu.
Berdiri di batas
Ambang antara keyakinan dan keraguan
Yang dipisahkan oleh jarak tipis seperti rambut yang semakin hari semakin tipis karena udara tempat ia kuliah yang tidak sehat sama sekali dan kepenatan dalam menuntut ilmu
Ia ingin maju, melangkah sedikit saja
Lalu ia kembali mundur ke titik nol.
Hey, apa yang kamu tunggu. Semua orang bertanya.
Selesai ini lalu kamu mau apa?
Menjalankan standar kehidupan manusia?
Memenuhi kebutuhan kehidupan?
Mengejar mimpi yang tampaknya terdengar bullshit di dunia yang semakin kapitalis ini?
Menjadi orang berkelas menenteng fendi sambil meneguk sedikit martini?
Di kafe yang temaram dan penuh dengan orang-orang yang bersusah payah mencari uang hanya untuk sebatas keesklusifan
Berfoto dengan senyum dikulum tidak terlihat gigi
Dan memasang outfit of the day dalam media sosialnya
Sudahlah, tidur lebih nyaman, alam lebih indah, orang-orang yang apa adanya lebih menyenangkan hati.
Tapi bukan dalam malam-malam resah tanpa memikirkan judul itu, dosen itu, sidang itu.
Dalam rumah dan kehangatannya.