Friday, 30 May 2014

Iris

Like everything you know, everything's meant to be broken, everything's meant to be over. Come on, people come and go. Promises are made and broken. Laughs are soon turned into tears and disappointments. No one can guarantee that this life is easy. The left choices you have are only to be brave and be strong.
Be brave to face it and be strong to let it go.
In the end, you will be happy to realize that there are actually people who will always be there for you. Staying there and surviving to accept you for who you are. Unconditionally.

Monday, 19 May 2014

Blah

Bagaimana tidak aku mengagumi ia yang haus akan pengalaman dan pengetahuan? Bukan ia yang haus akan kekuasaan, uang, dan cinta.
Mengagumi yang akhirnya akan jatuh meluruh pada hati...

Ia yang dalam rak bukunya menyimpan buku-buku agama, pada rak paling dekat yang bisa terjangkau olehnya dari tempat ia duduk.
Di atasnya, pada rak yang agak sedikit susah dijangkaunya, terdapat buku-buku hobinya. Seperti komik, novel, atau majalah.
Dan di atasnya lagi, pada rak yang paling atas dari tempat ia duduk, terdapat buku-buku pelajaran yang menunjang ia kuliah. Buku yang mengantarkannya pada cita-cita dunianya.
Lalu di samping rak itu, terdapat setumpuk koran-koran langganannya yang setiap hari ia baca.

Aaaah kagum syekaliiiii.....

Ia yang tidak pernah sedikitpun menyia-nyiakan waktu mudanya. Ikut kegiatan ini-itu. Magang di perusahaan ini-itu.. Hingga waktu untuknya tidur menjadi terasa berharga sekali baginya.
Ia yang tidak takut untuk mencoba hal-hal baru. A fearless man.
Dan ia yang tidak pernah terlihat ganjen sama perempuan-perempuan! Tidak pernah terlihat takut dan malu untuk menjadi jomblo. Ya iyalah orang kayak gitu sih pasti perempuan yang ngejar-ngejar...

Ia yang sudah menyusun visi-misinya hingga beberapa tahun mendatang.
Ia yang tidak hanya bermimpi, tapi juga berusaha untuk mewujudkannya.
Ia yang sepertinya tidak pernah terlihat lelah.
Ah kang, kenapa kamu hebat sekali sih..

Sadarkah kamu, bahwa terlihat atau tidak terlihat, kamu menjadi panutan akan sosok ideal pendamping hidupku di masa depan.
Aku sangat sadar diri makanya aku tidak pernah sekalipun bermimpi untuk berakhir bersamamu. Aku hanya berharap setidaknya sosok laki-lakiku di masa depan akan sehebat kamu, atau lebih hebat! :)
Aamiiin...

Hehehe sukses kang atas mimpi-mimpinya yang keren itu! Aku sadar orang sehebat kamu pasti bisa meraihnya. Jangan lupa berdoa terus sama Allah ya, semangat :)
Syalalalaaaa curhat sekaleeeh hahahaha

Tuesday, 13 May 2014

Pesan Matahari Untuk Bumi



Cahaya itu akan menjadi terang karena adanya gelap.
Semua orang juga tahu. Semua orang juga menyadarinya.
Aku rasa sejujurnya bumi menyukai matahari, bukan bulan.
Tapi bumi seringkali mengeluhkan keberadaannya.
Ia bilang, “Aduh panas, aduh jadi sakit kepala nih, aduh pusing”
Matahari tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu ia terus saja menyinari bumi.
“Aduh global warming nih, sinar matahari sudah menembus lapisan ozon.”
Tapi matahari tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya ia tetap saja menyinari bumi.
Matahari merasa dirinya tidak indah. Padahal ia bercahaya. Sumber dari cahaya itu sendiri.
Matahari merasa ia dibenci oleh bumi, keberadaannya tidak diharapkan.
Lalu, matahari merasa iri pada bulan.
Sang bumi terus membuat syair tentang bulan. Mengumpamakan keindahan seperti bulan.
Katanya, “Oh aku ini bagai pungguk merindukan bulan.”
Katanya lagi, “Kamu itu cantik seperti cahaya bulan purnama.”
Matahari sedih karena sesungguhnya cahaya bulan yang indah itu berasal dari dirinya.
Ah, andai saja bumi tahu, kataku.
Keindahan cahaya yang sesungguhnya ialah matahari, bukan bulan.
Cahaya bulan memang indah, semua orang bisa menatapnya, bisa menikmatinya.
Namun bukankah kecantikan yang bisa dinikmati oleh semua orang justru tidak indah?
Menurutku, keindahan yang sesungguhnya tidaklah se-semu itu.
Cahaya matahari itu memancarkan energi yang sangat besar, radiant.
Cahayanya senantiasa memancarkan kehangatan,
namun cahayanya juga membuat orang-orang menunduk sebelum bisa memandangnya.
Yang dengan cahayanya, bumi mendapatkan manfaat yang banyak.
Hanya saja bumi tidak menyadarinya. Eh, maksudku belum.
Aku mengakhiri pikiranku sendiri, mengarahkan pandanganku pada foto yang terpampang dalam layarku.
Ah, mungkin kita sebenernya seperti itu.
Saling membutuhkan, hanya saja kamu belum menyadarinya.
Biarkan saja aku menjadi matahari yang keberadaannya tidak bumi pedulikan.
Aku hanya ingin terus menyinarimu dengan kebahagiaanku, berharap kamu juga tertular bahagia.
Walau kamu terus saja berpujangga akan bulan, yang sinarnya semu, tidak istimewa, bisa dinikmati oleh semua orang.
Pada akhirnya waktu akan memihak kita…

Demi matahari yang selalu ikhlas menyinari bumi.

Saturday, 10 May 2014

Selamat Ulang Tahun, Bapak

Selamat ulang tahun, Bapak :)





Umurmu sekarang sudah lebih dari setengah abad, namun tidak sedikitpun putrimu ini bisa membanggakanmu.

Bapak yang asli Malang dan berharap putrinya ini mendapatkan orang Malang juga, at least Jawa! Haha tapi sayangnya putrinya ini gak pernah suka sama cowok Jawa.
Bapak yang setiap menceritakan masa kecilnya selalu membuatku menangis dalam hati.
Dahulu, bapak tidak pernah berkeluh kesah menolong Yangti untuk menghidupi kehidupan ketika Yangkung sudah tiada.
Bapak yang dari SMA hingga lulus kuliah S2 mendapat beasiswa full dan tidak pernah meminta uang dari Yangti.
Bapak yang berjualan di SMAnya untuk membantu Yangti padahal SMAnya adalah SMA favorite di kota Malang dan isinya adalah anak-anak orang penting semua... Tapi Bapak nggak malu :')
Bapak yang ketika lulus SMA dan diterima di Geologi ITB, awalnya tidak mau mengambilnya. Kata Bapak, kasian Yangti harus mikirin biaya kosan dan uang makan juga.
Bapak yang walaupun uang bulanan dari Yangti sudah habis karena memang sangat tidak mencukupi, namun berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri dari mengajar les, sampai jadi kenek angkot, padahal mahasiswa ITB...

Bapak itu hebat :')

Aku selalu membanggakan bapak tapi kayaknya bapak belum pernah bangga sama aku...

Bapak itu hebat karena walaupun seorang Geologist tapi suka membaca buku, jadi akhirnya anaknya juga ketularan suka membaca buku dan nyasar ke Sastra deh.
Bapak itu hebat karena selalu berhasil mendapatkan impian-impiannya walaupun Bapak orangnya nyantai banget! (Gak maksa dan muluk-muluk maksudnya)
Bapak itu hebat karena bisa ngedapetin Mama :) Mama yang cantik, pintar, anak dari keluarga baik-baik dan berada, tapi karena polos jadi Mama suka gak ngerasa deh hahaha.
Bapak itu hebat karena selalu berusaha memenuhi kebutuhan hidup keluarga walaupun gaji awal menjadi Geologist sangat kecil (Tuh, siapa bilang Geologist itu kaya??)
Bapak itu hebat karena bapak jago semua olahraga! Hehehe.

Bapak yang selalu sederhana, gak pernah mengajarkan anaknya untuk hidup mewah.

Aaah Bapak... Masih banyak yang ingin kutulis tentangmu. Menggambarkan kebanggaan seorang putri akan rajanya. Tapi pernah gak Bapak bangga sama aku?

Sepertinya belum :(

Tapi Bapak selalu mendukung aku walaupun tidak sebawel Mama hehe.
Semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk Bapak dan Mama.

....

I can't say no more. Menulis tentang Bapak dan Mama, dua orang yang paling ku sayangi di dunia ini cuma bikin homesick dan pengen pulang...

I love you two even before I was born.
-Putrimu yang menulis di tengah-tengah deadline macam-macam yang membuatnya hampir gila, eh gak ding harus semangat!!


Bapak dan keempat anaknya :) - Brussels 2009