Sial pisan
jadi anak sastra teh. Tiap hari berhadapan sama prosa dan puisi yang
kerjaannya bikin galau. Belum lagi ada dosen kece yang nambah-nambahin
kegalauan dengan bacain puisi teromantis sedunia! Damn……
Ini nih
puisi teromantis sedunia karya John Donne yang ia persembahkan untuk istrinya
ketika ia bertanya, “Bagaimana jika aku pergi?”
(This is
not the translation of the poem but only the synthesizing of John Donne’s poem with
my own word hihi)
Jika aku pergi, jangan pernah mengeluhkan hal-hal menyedihkan.
Apakah kamu akan benar-benar percaya aku akan
meninggalkanmu?
Apakah kamu akan bersedih seperti mereka yang benar-benar
ditinggalkan?
Aku kan tidak meninggalkanmu, tidak pernah.
Cinta kita
bukan cinta seperti yang mereka umbar.
Yang terasa nyata di mulut, namun bohong di hati.
Yang tidak mau menerima kehilangan.
Karena akan menghilangkan perasaan di hatinya juga.
Kepergianku justru akan melengkapi kekosonganmu.
Karena kita adalah kaki-kaki jangka itu.
Di mana kamu adalah kaki jangka yang menguatkanku.
Dan aku adalah kaki jangka yang memutarinya.
Kamu adalah kaki jangka yang menguatkanku.
Dan ketika kaki jangka yang lain itu bergerak,
Lingkaran yang tercipta akan menjadi sempurna
karena kamu telah menjadi sandaran yang kuat untuknya.
...
Dan lingkaran yang sempurna itu
akan membuatnya kembali ke titik awal,
kepada dirimu.
Copyright
to John Donne, a Valediction: Forbidden Mourning. 1611.

