Friday, 28 February 2014

To Him Who Has High Pride

Sial pisan jadi anak sastra teh. Tiap hari berhadapan sama prosa dan puisi yang kerjaannya bikin galau. Belum lagi ada dosen kece yang nambah-nambahin kegalauan dengan bacain puisi teromantis sedunia! Damn……

Ini nih puisi teromantis sedunia karya John Donne yang ia persembahkan untuk istrinya ketika ia bertanya, “Bagaimana jika aku pergi?”

(This is not the translation of the poem but only the synthesizing of John Donne’s poem with my own word hihi)



Jika aku pergi, jangan pernah mengeluhkan hal-hal menyedihkan.
Apakah kamu akan benar-benar percaya aku akan meninggalkanmu?
Apakah kamu akan bersedih seperti mereka yang benar-benar ditinggalkan?
Aku kan tidak meninggalkanmu, tidak pernah.

Cinta kita bukan cinta seperti yang mereka umbar.
Yang terasa nyata di mulut, namun bohong di hati.
Yang tidak mau menerima kehilangan.
Karena akan menghilangkan perasaan di hatinya juga.

Kepergianku justru akan melengkapi kekosonganmu.
Karena kita adalah kaki-kaki jangka itu.
Di mana kamu adalah kaki jangka yang menguatkanku.
Dan aku adalah kaki jangka yang memutarinya.

Kamu adalah kaki jangka yang menguatkanku.
Dan ketika kaki jangka yang lain itu bergerak,
Lingkaran yang tercipta akan menjadi sempurna
karena kamu telah menjadi sandaran yang kuat untuknya.
...
Dan lingkaran yang sempurna itu
akan membuatnya kembali ke titik awal,
kepada dirimu.


Copyright to John Donne, a Valediction: Forbidden Mourning. 1611.

Saturday, 15 February 2014

Catatan Untuk Yang Keempat


Ini bukan tentang apa yang mereka bicarakan.
Tentang hati yang hanya melihat keindahan dan gemerlapnya dunia.
Bukan lagi tentang itu.
Aku cuma ingin mengungkapkan rasa terima kasihku, rasa cintaku kepada Sang Pencipta yang telah memberikan nikmat yang tiada hingga.
Nikmat yang bukan hanya bersifat materi saja, namun juga kemudahan dan ketenangan yang indahnya tiada terkira.
Terima kasih ya Allah...

Aku ingin berterima kasih atas segalanya.
Terima kasih telah mempertemukanku dengan orang-orang baik yang selalu mengajakku untuk selalu mengingatMu dan mencintaiMu.
Terima kasih telah memberikanku kesempatan setiap harinya untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi dan memperbaiki masa laluku.
Jika aku melihat kembali masa-masa itu.. Ah, hanya dengan mengingatnya saja, aku yakin Engkau sangat-sangat tidak menyukainya.

Dunia yang lalu itu memang indah, menyenangkan, tidak perlu mengkhawatirkan apapun.

Namun aku tahu kemudian bahwa penyesalan akan kesenangan itu sangatlah banyak. Bukan hanya aku yang dibuat sakit olehnya. Namun orang tuaku, juga orang-orang yang mempercayaiku tentu akan sedih karenanya.

Entah untuk yang keberapa kalinya aku ingin berterima kasih telah menyadarkanku dan mengembalikanku ke jalan yang memang seharusnya aku di situ.
Perjalanan ini semakin berat ya Allah.. Tolong bimbinglah hambaMu ini selalu dan please, biarkan orang-orang yang aku sayang selalu menemaniku. They are my greatest strength. Buat mereka juga selalu bahagia amiiin..

Semangat semester 4!