Politics seems dirty in everyone's opinion right?
...
Mahkamah Konstitusi itu kan pilar terakhir negara. Terus, kalau pilarnya hancur, akankah negara ini tetap bisa berdiri tegak? Sedih banget ya. Si benteng terpenting untuk negara demokrasi itu ya mahkamah konstitusi ini. Sebab konstitusilah yang menjadi si pengawas tertinggi, yang memegang keputusan tentang apakah hukum tersebut layak dijalankan, bahkan tata negara untuk mengatur kenegaraan pun datang dari pilar tersebut.
Lalu sedihnya lagi, yang dinyatakan tersangka sama KPK dari mahkamah tersebut tentu adalah orang-orang hebat dan bukan sembarang orang! They mostly graduated from prestigious school. FYI, si ketua MKnya itu lulusan Unpad dari jurusan hukum yang semua orang di Indonesia juga tahu se-elite dan sehebat apa fakultas tersebut; dalam berdebat, menyampaikan pendapat, juga berorasi (from what I saw at MUN).
Berita lainnya juga tidak kalah membuat saya miris dan sedih.Selain kasus MK tersebut, ada juga kasus yang menyeret Bapak Rudi Rubiandini, salah satu guru besar ITB jurusan teknik perminyakan yang sangat dihormati. Beliau adalah mantan kepala SKK Migas yang terlibat dalam kasus suap pelaksanaan eksplorasi hulu migas. My dad seems to know him as well dan menggambarkan beliau sebagai sosok sederhana walaupun pencapaian beliau sangat luar biasa. Bayangin saja lulusan ITB, guru besar ITB, dan ketua SKK Migas. Untuk mencapai status tersebut tentu harus melalui beberapa proses yang tidak semua orang bisa lalui bukan?
Jadi saya juga agak bingung, orang-orang yang sangat dihormati dan mempunyai reputasi-reputasi sangat baik di institusi pendidikan terbaik di negeri ini ternyata tidak bisa luput juga dari kesalahan. Walaupun memang mereka belum sepenuhnya dinyatakan bersalah. Kita doakan saja semoga KPK melakukan yang terbaik. Lalu jika itu ternyata hanya sebuah fitnah, kita doakan saja semoga semua urusannya dipermudah dan cepat beres.
Jadi intinya.....
Hahaha ya sudahlah jadi bingung sendiri kenapa ini jadi kemana-mana. Tapi pelajaran yang bisa diambil dari orang-orang tersebut buat saya itu supaya tidak mudah menghakimi orang deh. Orang yang terlihat baik belum tentu baik, dan sebaliknya. Begitu pun jangan mudah mempercayai berita yang datangnya dari "kata orang".
Anyway jadi heran sendiri deh sama orang yang mengejar cita-citanya buat jadi kaya. "Kaya" loh, bukan sukses. Soalnya menurut saya sukses tidak selalu identik dengan mempunyai banyak uang. Walaupun klise tapi serius itu mah. Kalau waktu SMA teman-teman sekelasku bilang mereka mau jadi dokter, jadi insinyur terus kerja di perusahaan energi multinasional, jadi diplomat, jadi pengacara, jadi apapun lah yang sangat keren pokoknya. And when it comes to my turn, I will simply say, "Pengen jadi seniman yang berkarya sesuka hati hahaha"
Bukankah uang hanya selebaran kertas yang diciptakan oleh manusia juga? Lantas mengapa nilainya begitu diagung-agungkan?
Semoga pilar itu tetap berdiri dengan agung menyokong kuat beribu pulau dan jutaan masyarakat di negara ini, juga dengan orang-orang cerdas yang semoga dapat menggunakan kecerdasannya untuk berbagi kebaikan di negara tercinta ini.
Sekian.