Tuesday, 29 October 2013

Nothing is Impossible, kok!


Aku tahu aku masih jauh dari kata sholihah itu.
Tapi aku ingin sekali menjadi seperti itu.
Bukankah sebaik-baiknya perhiasan di dunia adalah perempuan sholihah?
Semoga nantinya,
Mataku dapat menyejukkan hati karena dapat melihat kebaikan-kebaikan di sekitarku.
Perkataanku menjadi kata-kata yang paling menenangkan karena selalu berkata yang baik.
Senyumanku akan melembutkan hati karena kejujuran dan ketulusan yang terpancar darinya.

Semoga nantinya,

Aku adalah perempuan yang dapat menjaga dirinya dengan baik, dan dapat memberikan kebahagiaan untuk kedua orangtua dan orang-orang di sekitarku.

Susah bukan berarti tidak mungkin kan?

:D

Saturday, 26 October 2013

What Happened on Last Friday

What happened on last Friday.

If you think it is TGIF and I had great party yesterday.... Nope it is not.

Well, let's see..

Hari Jumat adalah hari dimana gue ikut mentoring yang diadakan DKM di fakultas gue. Awalnya gue gak tau sih, cuma alhamdulillah berhubung punya temen yang sholihah yang mau mengajak teman-temannya menuju jalan kebenaran (Jarang banget loh ada anak sasing yang kayak begitu, you can always count how many it is) akhirnya gue ikutan deh. Jadi kita berlima; gue, Shifa Hida, Vera, dan Bunga, belajar untuk menjadi pribadi yang lebih dekat dengan sang pencipta. Dan teteh mentornya adalah senior gue, anak sastra Inggris juga tahun 2011, namanya teh Ami :D

Nah, berhubung minggu ini teh Ami nya gak bisa hadir, akhirnya teh Ami nawarin untuk ikut mentoring yang diadakan di fakultas sebelah, FISIP. Dan temanya adalah....
"Sekolah Pra-Nikah"




...

Gue gak ngerti apapun tentang hal-hal yang berhubungan dengan itu. It is still a long long way to go man. I know the title is "Sekolah" which means it doesnt need someone pro to listen to it, instead it needs someone who doesn't know anything to listen so that they will understand. Tapi, dengan gue yang masih "not-mature-enough" dan pikiran yang masih penuh dengan cita-cita untuk dicapai, gue merasa, "Well, I think the topic doesn't suit me. Gue gak ikut deh.."
Tapi temen gue, Shifa (the one who introduces us to mentoring) adalah seseorang yang sangat mendukung pernikahan dini. Jadi dia pengen banget ikutan mentoring itu, akhirnya gue dan yang lainnya jadi terpengaruh deh..

...

Okay, enough for the introduction.

Sekolah itu meninjau pernikahan dari sisi psikologis. Pengisi mentoringnya adalah teh Urfa Qurrota Ainy. Beliau adalah mahasiswi Fapsi 2011 dan beliau sudah dipersatukan dengan jodohnya (re: menikah) di usianya yang kira-kira baru menginjak awal 20an.
Waaah... I got shocked seriously. How can she married at such a young age?
Karena penasaran, akhirnya gue yang awalnya gak serius mendengarkannya jadi serius deh.
She said that... she kept the love inside for her husband for about 8 years.
Again, I got shocked. Twice harder than before (lebay sih haha). 
Man, how could she love someone secretly for 8 years? Did she not ever get bored over it?
Tapi ada satu hal yang gue ingat dari kata-kata beliau,
"Cinta dalam hati adalah doa."
Beliau tidak pernah berkirim surat-suratan (jamannya beliau itu masih jaman surat-suratan), sms pun bisa dihitung dengan satu tangan saja, dan beliau juga sangat menjaga dirinya. Tapi subhanallah ya.. Kalau memang takdir Allah, tidak ada seorang pun yang bisa menyangkalnya. Akhirnya sang pujaan hati datang juga melamar beliau.
Hal kedua yang gue inget adalah,
Banyak orang mengira menikah muda banyak menimbulkan masalah. Padahal masalah itu datang kepada siapapun, baik yang menikah tua (Haha i don't know such phrase exists) maupun yang menikah muda. Jika jodoh itu datang, maka sambutlah karena itu adalah pemberian dari Allah. Kalau kamu menolak saat ia datang, bisa jadi Allah akan menundanya lebih lama lagi, bahkan tidak jadi memberi sama sekali.
Dan hal ketiga adalah,
Kalau perempuan menolak seorang lelaki datang kepadanya untuk mengajak menikah dengan alasan masih ingin menuntut ilmu, maka perempuan tersebut salah. Justru dengan ia menikah, ia bisa belajar jauh lebih banyak dari suaminya.
Well, the last statement is enough to be sarcasm for me. 
Tapi tetap saja, I still want to have more and more experiences as long as I am still given chance for it. Because once again, my quote is YOLO. Hehehe.
Karena beliau dan suaminya adalah newlywed, jadi cerita yang beliau ceritakan so sweet semua, and the audiences were like, "Awwwww, so sweeeeet..." Hahaha namanya juga cewek. Dan teman gue, Shifa, jadi semakin ingin cepat-cepat menikah hahaha.
Shiiiif, give us your wedding invitation soooon! We wish you will meet the right person like asappp!

...

Terima kasih teh Urfa, it touches our hearts seriously. Tapi tetep aja, I am still a little girl not a lady who is ready to be married yet hehehe.
Thanks for what happened on last Friday.

Love,

Nurin :)

Friday, 25 October 2013

Nangor itu

"Nangor itu kotanya udah dingin, sepi lagi. Sangat tidak pantas buat jomblo kayak gue." - Seorang teman yang setiap harinya galau hahaha

Thursday, 24 October 2013

Friendship


Friendship.

Menurut saya sahabat itu bukan orang-orang yang selalu berada di sisi kamu setiap saat. Tapi dia yang selalu ada kapanpun kamu membutuhkannya. Orang yang gak akan pernah membuat kamu khawatir bakal kehilangan mereka, karena kamu yakin mereka akan selalu ada buat kamu. Jadi bukan sahabat versi anak-anak SMA yang selalu rame-rame kemanapun ngegeng, yang bikin kamu jadi gak mandiri dan malah bergantung sama mereka. Sahabat bukan follower lo yang ngintilin lo kemanapun, justru dia yang bisa membuat lo menjadi diri lo sendiri.

Ketika kamu mempunyai masalahpun, sahabat yang baik bukan hanya sekedar memberi kamu puk puk atau kalimat "yang sabar eaa". Tapi dia yang bisa menjadi sandaran buat kamu, menjadi teman diskusi yang paling baik, dan bisa membuat kamu melupakan masalahmu.

Pilihlah teman yang membuat kamu menjadi lebih baik. Memang benar kata pepatah kalau kita memang gak boleh milih-milih teman. Tapiiii.... Walaupun sudah senyaman apapun kamu berteman dengan teman kamu itu, tapi kalau prinsip hidup kamu gak sejalan dengannya ya sudah.. Tetap bertemanlah seperti biasa, tapi tidak dengan mengikuti gaya hidupnya.
I can have many friends as much as I want, but only few of them whom I enjoy to share my stories with.

Banyak orang-orang hebat di sekeliling gue. Mulai dari gue SMP, ada beberapa teman yang selain sukses dengan kuliahnya, mereka juga sukses dengan prinsip hidupnya. And when I meet up with them…. I don’t know, I just feel like how small I am! :(
Ada yang sudah bisa membanggakan orang tuanya dengan tidak lagi menyuruh orang tuanya mengirimkan uang saku, maupun membayar uang SPP kuliahnya, moreover she is successfully enrolling the prestigious university in this country. Ada yang sukses berorganisasi hingga dikirim untuk internship ataupun konferensi dimana-mana. Ada yang benar-benar cerdas sehingga mulai dari SMP ia sudah mengikuti olimpiade-olimpiade internasional dan menduduki peringkat teratas padahal organisasi atau komunitas yang doi ikutin banyak banget brooh. Ada yang hebat dalam berpidato dan juga berdebat hingga dalam tahun ketiganya ia kuliah, ia sudah menapakkan kakinya ke belasan (atau puluhan? Haha) negara di bumi ini, and it’s with his own money! Aaaaah subhanallah..

Dan walaupun pertemuan saya dengan orang-orang itu memang jaraaaaaaang sekali, but when we meet up, we can discuss many things. Di mana saya mendapat banyak pelajaran dari mereka.
Sekali lagi, bukan maksudnya memilih-milih teman, tapi bertemanlah dengan orang yang dapat memotivasi kamu untuk menjadi lebih baik dari dirimu saat ini. Hehehe tapi kalau udah nyaman mah ya mau gimana lagi sih…

Xoxo


(NB: Oiya I also would like to thank all of my college-sweethearts who make my life in the cold nangor much happier so I don’t feel too lonely being far away from home hehehe <3 comment-3--="">

Saturday, 12 October 2013

Cerita Dalam Diam


Cerita tentang seorang gadis yang diam-diam mengagumi seorang laki-laki,  yang ia tahu ia tidak akan pernah mendapat kesempatan itu. Tapi ia jatuh cinta. Ia jatuh cinta pada semangatnya, yang membuat gadis itu juga selalu semangat menghadapi apapun. Ia jatuh cinta pada kecerdasan dan kepemimpinannya. Ia jatuh cinta pada keberaniannya yang membuat gadis itu berpikir segalanya akan dapat diatasi jika bersamanya. Ia jatuh cinta pada lelaki tersebut yang tidak pernah mengeluh. Gadis itu tahu jalan hidupnya tidaklah mudah, tetapi yang gadis itu tahu ia tidak pernah sekalipun mendengar keluh kesah dari dirinya. Dalam diam, ia selalu memperhatikan sosoknya dari belakang. Punggung dan bahunya yang terlihat tegar, padahal gadis itu tahu punggung dan bahunya menopan beban yang sangat berat dan melelahkan. Dan ia juga jatuh cinta pada lelaki tersebut karena selalu memperjuangkan impiannya, dengan segenap usaha dan tekadnya ia berhasil pelan-pelan mendaki menuju puncak mimpi-mimpinya. Yang terpenting, gadis itu jatuh cinta karena laki-laki tersebut sangat mencintai-Nya. Dan dalam diam, gadis itu selalu berdoa agar laki-laki tersebut selalu dimudahkan dalam setiap langkahnya, dan dikuatkan dalam setiap ujiannya. Cukup dalam diam.


Semoga tuhan mempertemukan gadis itu dengan kesempatannya. 


Wednesday, 9 October 2013

Politik dan Identifikasi Kesuksesan


Politics seems dirty in everyone's opinion right?

...

Mahkamah Konstitusi itu kan pilar terakhir negara. Terus, kalau pilarnya hancur, akankah negara ini tetap bisa berdiri tegak? Sedih banget ya. Si benteng terpenting untuk negara demokrasi itu ya mahkamah konstitusi ini. Sebab konstitusilah yang menjadi si pengawas tertinggi, yang memegang keputusan tentang apakah hukum tersebut layak dijalankan, bahkan tata negara untuk mengatur kenegaraan pun datang dari pilar tersebut.

Lalu sedihnya lagi, yang dinyatakan tersangka sama KPK dari mahkamah tersebut tentu adalah orang-orang hebat dan bukan sembarang orang! They mostly graduated from prestigious school. FYI, si ketua MKnya itu lulusan Unpad dari jurusan hukum yang semua orang di Indonesia juga tahu se-elite dan sehebat apa fakultas tersebut; dalam berdebat, menyampaikan pendapat, juga berorasi (from what I saw at MUN).

Berita lainnya juga tidak kalah membuat saya miris dan sedih.Selain kasus MK tersebut, ada juga kasus yang menyeret Bapak Rudi Rubiandini, salah satu guru besar ITB jurusan teknik perminyakan yang sangat dihormati. Beliau adalah mantan kepala SKK Migas yang terlibat dalam kasus suap pelaksanaan eksplorasi hulu migas. My dad seems to know him as well dan menggambarkan beliau sebagai sosok sederhana walaupun pencapaian beliau sangat luar biasa. Bayangin saja lulusan ITB, guru besar ITB, dan ketua SKK Migas. Untuk mencapai status tersebut tentu harus melalui beberapa proses yang tidak semua orang bisa lalui bukan?

Jadi saya juga agak bingung, orang-orang yang sangat dihormati dan mempunyai reputasi-reputasi sangat baik di institusi pendidikan terbaik di negeri ini ternyata tidak bisa luput juga dari kesalahan. Walaupun memang mereka belum sepenuhnya dinyatakan bersalah. Kita doakan saja semoga KPK melakukan yang terbaik. Lalu jika itu ternyata hanya sebuah fitnah, kita doakan saja semoga semua urusannya dipermudah dan cepat beres.

Jadi intinya.....

Hahaha ya sudahlah jadi bingung sendiri kenapa ini jadi kemana-mana. Tapi pelajaran yang bisa diambil dari orang-orang tersebut buat saya itu supaya tidak mudah menghakimi orang deh. Orang yang terlihat baik belum tentu baik, dan sebaliknya. Begitu pun jangan mudah mempercayai berita yang datangnya dari "kata orang".

Anyway jadi heran sendiri deh sama orang yang mengejar cita-citanya buat jadi kaya. "Kaya" loh, bukan sukses. Soalnya menurut saya sukses tidak selalu identik dengan mempunyai banyak uang. Walaupun klise tapi serius itu mah. Kalau waktu SMA teman-teman sekelasku bilang mereka mau jadi dokter, jadi insinyur terus kerja di perusahaan energi multinasional, jadi diplomat, jadi pengacara, jadi apapun lah yang sangat keren pokoknya. And when it comes to my turn, I will simply say, "Pengen jadi seniman yang berkarya sesuka hati hahaha"

Bukankah uang hanya selebaran kertas yang diciptakan oleh manusia juga? Lantas mengapa nilainya begitu diagung-agungkan?

Semoga pilar itu tetap berdiri dengan agung menyokong kuat beribu pulau dan jutaan masyarakat di negara ini, juga dengan orang-orang cerdas yang semoga dapat menggunakan kecerdasannya untuk berbagi kebaikan di negara tercinta ini.

Sekian.