Friday, 28 June 2013

Travellover


Sadly, I shall have told that..... I won't make any great trips on this holiday vacation :'(

Sadly, I shall have told that..... I will spend this holiday with enrolling the "Semester Pendek"


Aaaah.. I know that should be my responsibility for messing up my last semester.
I dont know should I call it good luck or bad luck for having a second chance to fix my previous grade.
Gee, I know I should be grateful. But still, every holiday is also my precious chance to travel around this great country!

Nusa Tenggara... Im sorry maybe I will meet you later and let us really make it on the next holiday! If there are no more semester pendek. Amiiiin.

Pasti pada heran deh kenapa saya segitu sedihnya melewatkan liburan padahal teman teman saya justru malah mengeluhkan liburan yang membosankan? Dan malah bersemangat ikut semester pendek -___-

Me: Yaaah sebel ih kenapa harus ada semester pendek coba, kan mau liburan...
X: Ih gue justru malah bosen kalau liburan
Me: Pasti lu gak jalan jalan yaaaa hihihi
X: Yaa jalan jalan juga gak setiap hari kalii

Ada juga percakapan seperti ini:

Me: Eh lu mau ikutan semester pendek gak?
X: Iyalah
Me: Iiih kok gak bosen sih belajar terus? Kan lu udah pinter ih udah gak usah hahaha
X: Apaan sih -__- Soalnya gue justru bosen kalau liburan

Mungkin dewasa ini, seiring dengan meningkatnya perkembangan teknologi dan intelektual manusia (apaan sih haha), liburan justru adalah hal yang membosankan.
Tapi tidak akan berlaku bagi gue. Karena pendapat gue justru malah begini,

"People who study may know. But people who travel know more"

Karena bagi gue travelling bukan cuma untuk jalan-jalan dan bersenang-senang, tapi justru mengenal pelajaran hidup yang sangat berharga.



Gue bukan anak pencinta alam, sama sekali bukan. Tapi gue orang yang penasaran dan nekat. Dengan backpack biru kesayangan gue, gue pergi menjelajah dari satu tempat ke tempat lain. Moreover, I never bring much money, gue mencari penginapan murah dan lebih sering berbaur dengan warga. That's what people refer it to as "Backpacker".

Kesederhanaan Jogja dengan seninya yang indah. Keindahan alam pantai Bali berbaur dengan seni dan budayanya yang masih kental sehingga sangat eksotis. Keramahan orang-orang Jawa dan alam yang masih berdiri angkuh di kawasan taman nasional Semeru, Malang. Balikpapan yang kirain kota terpencil tapi ternyata mahal sekali barang-barang di sana. Lezatnya pempek Palembang cocok dengan udaranya yang panas (gak nyambung, I know)

Serius alam Indonesia itu indahnya pake banget!! Dan jadi bikin saya sebel kalo ngeliat orang yang buang sampah sembarangan :(

Dan yang terpenting, setelah berlelah-lelahnya travelling kamu akan sangat bahagia ketika sampai ke rumah kembali.

You will be grateful for what you have. Kulit yang menghitam pun tidak masalah, karena masih ada salon Rengganis yang treatmentnya sangat enak (tuh kan ga nyambung lagi)

Pokoknya.... Live while we are young! When we were get older, we might regret for the chance we didn't take.

xoxo,
Your smiling travel partner :)


My Favourite: Y-O-L-O

Thursday, 13 June 2013

Tentang Subsidi, Siapa yang Merugi?

Saya bingung sendiri melihat berita yang isinya mahasiswa di daerah Riau atau Makassar atau di manapun lagi menolak kenaikan harga BBM.

Mereka berdemo, membuat kericuhan atas nama "mahasiswa"

Doesn't it look stupid, because....

Do they really understand what SUBSIDY means??

Bahkan saya pernah membaca sebuah post singkat dari masyarakat Papua menyatakan begini,

"Kami masyarakat Papua setuju kenaikan harga BBM. Menjadi Rp 6.500,00/liter pun tidak masalah yang penting di SPBU jangan kosong. Toh kami terbiasa membeli bensin eceran yang harganya Rp 18.000,00 lebih setiap harinya. Bahkan kalau lagi kosong, kami biasa beli sampai Rp 70.000,00/liter. Jadi kalian masyarakat pulau Jawa sebelum melakukan demo harga BBM naik, coba pikirkan nasib kami yang tinggal di Papua. Minyak kalian sedot untuk supply ke Pulau Jawa, sedangkan kami kekosongan bahkan kosongnya kadang-kadang sampai berminggu-minggu sudah hal biasa. Kalian di Pulau Jawa baru naik Rp 1.500,00 dan kekosongan di SPBU 1 atau 2 hari sudah ribut luar biasa, sampai berbuat anarkis dan diliput media. Ingat, Indonesia bukan hanya Pulau Jawa."

Saya memang tidak tahu itu aslinya referensi dari mana, tapi melihat teman-teman mahasiswa berdemo dengan mengatasnamakan "rakyat kecil"....

Apakah teman-teman mahasiswa tahu rakyat kecil justru ialah yang tidak menerima subsidi BBM.

Mengapa???

Karena mereka tidak punya kendaraan.

Sudah jelas kan, jadi subsidi BBM itu dinikmati oleh orang yang tidak seharusnya. Menyedihkan bukan? :')

Seharusnya jika mereka memang mengatasnamakan "rakyat kecil", mereka akan setuju dengan mengalihkan subsidi dalam bentuk lain agar rakyat kecil dapat menikmatinya.
Masih banyak cara seperti Bantuan Langsung Tunai, Beasiswa Pendidikan, Pembangunan Infrastruktur negara ini, dan lainnya (kalau tidak dikorupsi).

Dosen saya pun pernah berkata begini,
"Saya mah setuju aja BBM dinaikkan karena saya geuleuh pisan (jijik/kesel banget) kalau subsidi BBM nya malah dipake sama geng motor buat jahatin anak orang."

Saya juga lucu banget kalau melihat di kompleks saya banyak ibu2 yang berbelanja sayur aja harus pakai motor, padahal kalau jalan kaki itu deket bangeeeeet :))

Seharusnya rakyat Indonesia itu bersyukur harganya masih Rp 6500,00/liter. Karena seharusnya harga pasaran BBM internasional itu Rp 9000,00/liter.
Dengan begitu pemerintah masih membantu menopang biaya BBM bukan?

Tenang aja kalian para mahasiswa yang berdemo, kan pemerintah sudah berjanji untuk mengalihfungsikan subsidi BBM menjadi bantuan langsung untuk rakyat kecil dan untuk pembangunan negara ini.
Dengan begitu tidak ada pilihan lain selain menaruh kepercayaan kita terhadap pemerintah, dan kita berdoa saja semoga pemerintah benar-benar menepati janjinya dengan penuh amanah :)

Lagipula, kalau harga BBM dinaikkan,
Bukankah Indonesia menjadi lebih sejuk karena menurunnya tingkat polusi oleh orang yang berkendara, bukankah keluhan kalian akan kemacetan akan berkurang karena berkurangnya orang yang berkendara, bukankah daya beli masyarakat Indonesia menjadi terjaga dan tidak menjadi konsumtif lagi?

Kenaikan BBM tidak melulu soal negatif kok kawan.

Kasian juga ya pemerintah kita... Bagaimana mau membangun Indonesia jika setiap langkahnya mengundang protes dan kericuhan walaupun memang mereka suka bermain "kotor" seperti yang sering kita lihat di berita.

But only for this time, kita percayakan saja ya :)

Thursday, 6 June 2013